Mengenal Virus Nipah Penyakit yang Kini Merebak di India, Berikut Gejala dan Cara Penularannya
Virus Nipah kembali merebak di India dengan tingkat kematian tinggi. Kenali gejala, jalur penularan dari hewan ke manusia, dan cara pencegahannya.
Penulis: Siti Umnah | Editor: Odi Aria
Ringkasan Berita:
- Virus Nipah kembali merebak di India dan menjadi perhatian global karena tingkat kematiannya tinggi serta belum tersedia vaksin
- Virus ini berasal dari kelelawar buah dan menular melalui kontak dengan hewan terinfeksi, makanan tercemar, atau antarmanusia
- Pencegahan mandiri seperti menjaga kebersihan pangan, menghindari kontak langsung dengan hewan berisiko, dan menggunakan alat pelindung diri sangat penting untuk menghindari penularan
SRIPOKU.COM - Dunia kembali dikejutkan dengan merebaknya kasus Virus Nipah (NiV) di India.
Virus zoonosis yang menular dari hewan ke manusia ini menjadi perhatian serius otoritas kesehatan global karena tingkat kematiannya yang tinggi serta belum adanya vaksin khusus hingga saat ini.
Berikut penjelasan mengenai Virus Nipah yang dikutip melalui laman resmi Kemenkes.go.id.
Baca juga: Kasus Influenza di Sumsel Melonjak, Ahli Mikrobiologi Sebut Efek Pergantian Musim Bukan Virus Corona
Asal-usul dan Riwayat Virus Nipah
Virus Nipah pertama kali diidentifikasi pada tahun 1999 saat terjadi wabah hebat di kalangan peternak babi di Malaysia dan Singapura.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), hewan yang terinfeksi saat itu menunjukkan gejala demam, kesulitan bernapas, hingga kejang.
World Health Organization (WHO) mencatat bahwa reservoir atau inang alami virus ini adalah kelelawar buah (Pteropus).
Penebangan hutan yang masif menyebabkan kelelawar kehilangan habitat dan berpindah ke dekat pemukiman manusia.
Kondisi inilah yang memicu virus berpindah dari kelelawar ke hewan ternak seperti babi, hingga akhirnya menginfeksi manusia.
Bagaimana Virus Nipah Menular?
Virus yang termasuk dalam kelompok Paramyxovirus ini merupakan virus RNA yang sangat agresif. Ada tiga jalur utama penularannya:
- Kontak Langsung dengan Hewan: Bersentuhan dengan cairan tubuh hewan terinfeksi seperti air liur, darah, atau urine (terutama babi dan kelelawar).
- Konsumsi Makanan Terkontaminasi: Mengonsumsi buah atau produk nabati (seperti nira) yang terkena cairan tubuh kelelawar, serta daging hewan terinfeksi yang tidak dimasak dengan matang.
- Penularan Antarmanusia: Melalui kontak erat dengan cairan tubuh pasien yang terinfeksi, yang sering terjadi di lingkungan keluarga atau fasilitas kesehatan.
Kenali Gejalanya: Dari Batuk Hingga Peradangan Otak
Setelah terpapar, virus ini memiliki masa inkubasi sekitar 4 hingga 14 hari. Gejala yang muncul bervariasi dari ringan hingga sangat berat:
- Gejala Awal: Demam, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan muntah.
- Gejala Berat: Sesak napas akut dan kesulitan menelan.
- Kondisi Kritis: Peradangan otak (ensefalitis) yang ditandai dengan kantuk berlebihan, disorientasi, sulit berkonsentrasi, hingga koma dan kematian.
Situasi Terkini di India dan Kewaspadaan Global
Mengutip Kompas.com, India saat ini sedang berjuang meredam penyebaran virus ini.
| Desak Prabowo Stop Impor Kendaraan dari India Rp24 Triliun, Kadin: Industri Otomotif Lokal Melemah |
|
|---|
| Beredar Kabar Ditangkap, Nasib Satu-satunya Penumpang Air India Selamat, Dituduh Bikin Hoaks |
|
|---|
| FAKTA Terbaru Pesawat Air India Jatuh, Ucapan Terakhir Pilot Ini Jadi Petunjuk, Sebut Kalimat Ini! |
|
|---|
| Cerita Memilukan Satu Keluarga Dokter Tewas pada Tragedi Pesawat Air India, Chat Terakhir Diungkap |
|
|---|
| 32 Jenazah Korban Kecelakaan Air India Teridentifikasi Melalui DNA, 14 Diserahkan ke Keluarga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Virus-Nipah.jpg)