Gula Puan, Gula Bangsawan dari Pampangan yang Mulai Langka. Berikut Bahan dan Cara Pembuatannya

Gula Puan, Gula Bangsawan dari Pampangan. Berikut Bahan-bahan dan Cara Pembuatan

Gula Puan, Gula Bangsawan dari Pampangan yang Mulai Langka. Berikut Bahan dan Cara Pembuatannya
Tribun Sumsel
Penjual Gula Puan di halaman Masjid Agung Palembang. Foto dokumen 

Saat musim hujan, produksi susu tinggi, setiap kerbau rawa yang menyusui menghasilkan 1,5-2 liter susu.

Kondisi ini didorong oleh melim pahnya pakan saat rawa-rawa kembali tergenang.

Namun, di musim kemarau, hasil susu justru turun karena rawa me nyusut sehingga pakan juga ber kurang.

Akibatnya, harga Gula Puan lebih mahal saat kemarau.

Ini Dia 9 Makanan Khas Palembang Paling Enak dan Tempat yang Mudah Anda Jangkau

Tips Mudah Membuat Pempek Lemak dan Gurih Khas Palembang, Begini Proses Rahasianya

10 Makanan Khas Palembang yang Wajib Dicoba, Lengkap dengan Resep dan Cara Memasak

Peternak kerbau rawa di Desa Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Kartubi (52), mengatakan, menurut cerita para orang tua, Gula Puan digemari keluarga bangsawan dan para haji di Palembang.

Susu kerbau rawa Pampangan juga bisa diolah menjadi minyak samin, sagon puan, dan tape puan.

Minyak samin ini dibuat dengan cara mengendapkan susu sehingga lapisan dadih terpisah.

Minyak samin berupa endapan putih dengan aroma dan rasa mirip mentega.

Menurut Kartubi, nama samin berasal dari saman atau sebutan bagi komunitas Arab yang ada di Palembang.

”Disebut begitu karena minyak ini biasanya dipakai untuk memasak nasi samin oleh wong Arab. Nasi samin itu mirip dengan nasi lemak,” ujar Kartubi yang merupakan gene rasi ketiga peternak kerbau rawa di Rambutan.

Halaman
123
Penulis: Aminudin
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved