Kelola Tata Air
Pemberdayaan Lahan Gambut dengan Kelola Tata Air
Suatu keharusan adanya unsur pengelolaan tata air (water management) di lahan gambut karena merupakan salah satu kunci keberhasilan
Pengelolaan Tata Air Mikro berfungsi ;
(1) mencukupi kebutuhan evapotranspirasi tanaman,
(2) mencegah pertumbuhan tanaman liar,
(3) mencegah terjadinya bahan beracun bagi tanaman melalui penggelontoran dan pencucian,
(4) mengatur tinggi muka air, dan
(5) menjaga kualitas air di petakan lahan dan di saluran.
Untuk lebih memperlancar keluar masuknya air pada petakan lahan yang sekaligus memperlancar pencucian bahan racun, melalui pembuatan saluran cacing pada petakan lahan dan di sekeliling petakan lahan.
Ada beberapa konsep dasar yang harus diperhatikan dalam perencanaan dan pembuatan sistem tata air pada daerah gambut guna membantu pengelolaan tanaman industri seperti tanaman acacia, sawit, tebu, kelapa dan lain sebagainya, yang meliputi ;
1. Sistem Hidrologi, 2.Sistem Kanalisasi, 3.Sistem Hidrolika.
1. Sistem Hidrologi
Dalam melakukan perencanaan sistem tata air, harus diperhatikan dalam penetapan sistem hidrologi ini adalah: * Kondisi Cuaca seperti curah hujan, musim hujan dan kemarau, arah dan kecepatan angin, tingkat evaporasi dan sea tidal.
* Kondisi Hidrologi (Water Catchment Areas).
* Panjang dan kedalaman dari sungai, apabila lahan sangat berdekatan dengan sungai yang ada.
2. Sistem Kanalisasi
Dalam merancang dan mendesain sistem kanalisasi, hal yang dilakukan adalah:
a. Menentukan jenis, bentuk, panjang dan volume kanal agar sistem kanal dapat dipergunakan untuk kelancaran transportasi dan drainasi secara efektif dan efisien.