Kelola Tata Air
Pemberdayaan Lahan Gambut dengan Kelola Tata Air
Suatu keharusan adanya unsur pengelolaan tata air (water management) di lahan gambut karena merupakan salah satu kunci keberhasilan
Pemberdayaan Lahan Gambut dengan Kelola Tata Air
Oleh Agustinus Simbolon
(Praktisi Water Managemen di Palembang)
Suatu keharusan adanya unsur pengelolaan tata air (water management) di lahan gambut karena merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha HTI di lahan gambut.
Prinsip utama pengelolaan air di lahan gambut "elevasi muka air di saluran pembuang harus dipertahankan setinggi mungkin, namun tetap diharapkan mampu memberikan ke dalaman air tanah yang optimum untuk pertumbuhan tanaman".
Kedalaman air tanah minimum yang masih sangat memungkinkan adanya pertumbuhan tanaman atau disebut juga sebagai kedalaman air tanah optimum.
Kedalaman air tanah demikian memungkinkan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan tanaman dan kematangan tanah .
Faktor dasar pengelolaan tata air di lahan gambut meliputi pembangunan jaringan tata air baik secara makro maupun mikro.
Sebagai sebuah pembelajaran dan berbagi pengetahuan serta pengalaman, secara sin gkat penulis memaparkan tahapan-tahapan dasar menciptakan tata air tepat guna dan tepat sasaran.
Pembuatan saluran baik primer, sekunder dan tersier penting memperhatikan tata letak, dimensi dan cara pembuatan salurannya yang disesuaikan dengan fisiografi dan kondisi lahan sehingga menunjang kelestarian dan produktivitas lahan.
Pembuatan saluran harus mengikuti atau memperhatikan garis kontur dan tipologi lahannya.
Saluran dengan mempertimbangkan garis kontur maka aliran air dapat mengalir dengan baik, tinggi air di saluran rata dan fungsi dari jaringan pengairan rawa, yaitu ;
1) Berfungsi sebagai saluran drainase,
2) Sebagai pemasukan air,
3) Sebagai alat trasportasi,
4) Berfungsi sebagai konservasi sumberdaya air rawa, dan
5) Sebagai pendukung bagi proses reklamasi.