Berita Banyuasin

Hadiah dari Sang Jenderal: Kisah Uang "Mainan" yang Menggetarkan Hati Bocah di Sungsang Banyuasin

Kunjungan Menko Polkam Djamari Chaniago ke Sungsang diwarnai momen hangat saat ia membagikan hadiah uang tunai Rp100 ribu kepada pelajar SD.

Tayang:
Penulis: Ardiansyah | Editor: tarso romli
Sripoku.com/handout/tidak ada
KUNKER MENKOPOLKAM - Menko Polkam RI Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago didampaingi Bupati Banyuasin Askolani saat kunker ke Desa Sungsang IV Banyuasin dalam rangka pengecekan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, Kamis (7/5/2026). Tampak pelajar SD meunjuk jari untuk menjawab pertanyaan Menkopolkam tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Kunjungan Menko Polkam Djamari Chaniago ke Sungsang diwarnai momen hangat saat ia membagikan hadiah uang tunai Rp100 ribu kepada pelajar SD yang hafal Pancasila.
  • Sejumlah siswa sempat meragukan keaslian uang tersebut karena kondisinya yang sangat baru, hingga harus diyakinkan oleh Bupati Banyuasin bahwa uang tersebut adalah asli.
  • Kegiatan ini terjadi di sela pengecekan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di pesisir Banyuasin.

Baca juga: Pagi yang Tertunda dan Takdir di Ujung Jalan: Duka Hambali Menanti Identifikasi Anak dan Cucunya


SRIPOKU.COM, BANYUASIN – Di bawah terik matahari pesisir Desa Sungsang IV Banyuasin, Kamis (7/5/2026), tangan-tangan mungil dengan jari-jari yang masih beraroma garam laut menggenggam erat bendera Merah Putih. Mereka bukan sedang menunggu pawai, melainkan menanti kedatangan tamu besar negeri ini: Menko Polkam RI, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago.

Namun, di balik protokol kunjungan kerja mengecek pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, terselip sebuah fragmen memilukan sekaligus jenaka yang akan terus diceritakan anak-anak itu di bangku sekolah mereka esok hari.

Langkah kaki sang Jenderal bintang empat itu sempat tertahan saat hendak menuju mobil dinasnya.

Puluhan pelajar Sekolah Dasar (SD) mencegatnya, bukan untuk berdemo, melainkan berebut menyalami tangan sang mantan panglima.

Dengan senyum hangat, Djamari menyambut uluran tangan kecil itu satu per satu, hingga sebuah ide spontan muncul di benaknya.

"Siapa yang hafal Pancasila?" tanya sang Jenderal, memecah suasana formal.

Seketika, "hutan" tangan mengacung ke langit. Suara serentak "Hafal!" membahana, menyaingi deburan ombak di tepian Sungsang.

Setelah beberapa pertanyaan kebangsaan dijawab dengan lantang dan lugu, sang Menko pun merogoh saku, mengeluarkan lembaran-lembaran merah bernilai Rp100 ribu yang masih kaku dan mengkilap.

Satu per satu anak nelayan itu menerima hadiah tersebut.

Namun, sebuah momen tak terduga terjadi. Alih-alih langsung bersorak, beberapa anak justru tampak termangu, membolak-balik lembaran uang tersebut dengan wajah penuh keraguan.

"Eh, ini uang asli ya? Benar ini uang betulan?" bisik salah seorang siswa kepada temannya, seolah tak percaya bahwa selembar kertas yang begitu mulus itu adalah alat tukar yang sah, bukan sekadar uang mainan.

Mendengar bisikan polos yang jujur itu, Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, yang berdiri di samping sang Jenderal tak kuasa menahan tawa.

Dengan nada kebapakan, ia langsung menenangkan kegelisahan bocah-bocah pesisir itu.

"Itu uang asli, Nak. Simpan baik-baik ditabungan ya," ujar Askolani meyakinkan.

Wajah-wajah sangsi itu seketika berubah menjadi binar kebahagiaan.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved