Berita Banyuasin

4 Kades Pengganti Antar Waktu di Banyuasin Dilantik, Bupati Askolani Ingatkan Jangan Persulit Warga

Upacara pelantikan tersebut berlangsung di halaman SDN 21 Desa Sri Mulyo, Kecamatan Air Salek, pada Selasa (26/5/2026).

Tayang:
Penulis: Ardiansyah | Editor: Yandi Triansyah
Sripoku.com/Ardiansyah
PELANTIKAN - Bupati Banyuasin Dr H Askolani ketika mengambil sumpah empat kades pengganti antar waktu di halaman halaman SDN 21 Desa Sri Mulyo Kecamatan Air Salek Banyuasin, Selasa (26/5/2026). Keempat kades yang dilantik ini merupakan hasil pemilihan yang dilakukan karena kades sebelumnya ada yang mengundurkan diri dan meninggal. 
Ringkasan Berita:
  • Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan empat Kepala Desa (Kades) Pengganti Antar Waktu (PAW) terpilih dari empat kecamatan berbeda.
  • Keempat kades yang dilantik setelah melalui proses pemilihan tersebut adalah Made Mawan (Kades Sri Mulyo, Kecamatan Air Salek), Danang (Kades Bumi Rejo, Kecamatan Selat Penugukan)
  • Saiful (Kades Semuntul, Kecamatan Rantau Bayur), dan Agus Wiyono (Kades Senda Mukti, Kecamatan Pulau Rimau).

SRIPOKU.COM, BANYUASIN — Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan empat Kepala Desa (Kades) Pengganti Antar Waktu (PAW) terpilih dari empat kecamatan berbeda.

Upacara pelantikan tersebut berlangsung di halaman SDN 21 Desa Sri Mulyo, Kecamatan Air Salek, pada Selasa (26/5/2026).

Keempat kades yang dilantik setelah melalui proses pemilihan tersebut adalah Made Mawan (Kades Sri Mulyo, Kecamatan Air Salek), Danang (Kades Bumi Rejo, Kecamatan Selat Penugukan), Saiful (Kades Semuntul, Kecamatan Rantau Bayur), dan Agus Wiyono (Kades Senda Mukti, Kecamatan Pulau Rimau).

Dalam arahannya, Bupati Askolani menekankan bahwa kades memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pemerintahan.

Ia meminta para pejabat baru tersebut untuk selalu amanah dan tidak mempersulit urusan masyarakat di wilayah masing-masing.

”Saya berpesan kepada kades, yang paling utama adalah layani masyarakat dengan baik. Jangan mempersulit masyarakat dalam berurusan, saya tidak ingin mendengar ada masyarakat yang tidak terlayani dengan baik di desa masing-masing,” tegas Askolani.

Selain pelayanan publik, bupati yang berlatar belakang doktor ilmu hukum ini juga mengingatkan pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran desa.

Kades dituntut untuk merangkul seluruh elemen masyarakat, menjaga kekompakan, serta memahami seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam menjalankan roda pemerintahan.

Ia berharap kehadiran para kades PAW ini dapat mendorong percepatan pembangunan serta mengoptimalkan potensi desa guna meningkatkan kesejahteraan warga setempat.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved