Penemuan Mayat di Sungai Enim
Pengakuan Pelaku Pembunuhan & Bakar Jasad Mantan Pacar di Muara Enim, Sakit Hati Disebut Besar Mulut
Pengakuan sadis pria di Muara Enim cekik & bakar jasad mantan pacar karena sakit hati disebut besar mulut saat ditagih belikan iPhone.
Penulis: Siti Umnah | Editor: Odi Aria
Ringkasan Berita:
- Kasus pembunuhan di Muara Enim yang menewaskan seorang wanita bersuami akhirnya terungkap, dengan tersangka MAP yang merupakan mantan kekasih korban.
- Berdasarkan pengakuannya, tindakan keji itu dipicu oleh emosi dan rasa tersinggung setelah korban dianggap meremehkan dirinya.
- MAP kini menyesali perbuatannya dan menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban atas tragedi yang terjadi.
SRIPOKU.COM - Kasus pembunuhan sadis yang menimpa seorang wanita bersuami di sebuah hotel di Muara Enim akhirnya menemui titik terang.
Tersangka berinisial MAP, yang merupakan mantan kekasih korban, membeberkan secara gamblang kronologi hingga motif di balik aksi nekatnya menghabisi nyawa dan membakar jasad korban.
Rasa sakit hati karena merasa diremehkan dan diperas ditengarai menjadi pemantik utama emosi tersangka hingga tega melakukan tindakan keji tersebut.
Baca juga: Dua Kali Didatangi Korban lewat Mimpi, Pelaku Pembunuhan Mantan Pacar di Muara Enim Mengaku Menyesal
Motif Pembunuhan: Tersinggung Disebut "Besar Mulut"
Berdasarkan pengakuan MAP saat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, konflik antara dirinya dan korban memuncak di dalam kamar hotel nomor 19.
Tersangka mengaku emosinya tersulut setelah korban mengeluarkan kata-kata yang menyinggung harga dirinya sebagai seorang pria.
"Ah, kamu hanya besar mulut saja, katamu kamu benar-benar ingin menghidupi aku. Ini baru aku minta ponsel saja kamu tidak sanggup. Nah, di situlah emosi saya mulai memuncak, seolah-olah saya diremehkan," ujar MAP menirukan ucapan korban.
Setelah korban dipastikan meninggal dunia akibat dicekik, tersangka mengaku terus dihantui rasa bersalah dan gelisah.
Bahkan, korban sempat datang ke dalam mimpinya beberapa kali dengan kondisi yang mengenaskan.
"Sebelum jenazahnya ditemukan, dia datang menemui saya di dalam mimpi dengan kondisi tubuh terbakar. Itu terjadi pas malam takbiran menjelang Lebaran. Setelah saya tertangkap, dia datang lagi di dalam mimpi di ruang tahanan. Kondisinya sudah bersih, tidak terbakar lagi, tapi tatapan wajahnya saat itu terlihat sangat sedih sambil menangis," ungkapnya.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Telepon Minta Jemput
Hubungan antara MAP dan korban sendiri diketahui merupakan mantan sepasang kekasih.
Meski korban sudah memiliki suami, keduanya masih kerap berkomunikasi.
Peristiwa tragis ini bermula saat korban menghubungi tersangka untuk meminta bantuan karena sedang bertengkar dengan suaminya.
"Korban menelepon saya, posisi kami saat itu berbeda tempat. Korban sedang berada di sebuah kafe di Muara Lawai, sedangkan saya di Islamic. Korban menelepon tujuannya meminta dijemput karena sedang ribut dan ada masalah dengan suaminya yang sama-sama pergi ke sana," cerita MAP.
Awalnya, MAP sempat menolak permintaan tersebut karena menghargai status korban yang pergi bersama sang suami.
Namun, setengah jam kemudian korban kembali menelepon dan mengaku nekat menghadang mobil sembarangan demi bisa pergi dari lokasi.
Pengakuan pembunuh mantan pacar Muara Enim
Mantan pacar bakar jasad wanita bersuami
Kronologi pembunuhan Muara Enim
| Suami Ayu Puspita Sari Minta Publik Setop Menghakimi Almarhumah Istrinya |
|
|---|
| Kejanggalan Kematian Ayu Puspita Sari di Muara Enim, Emas Korban Hilang hingga Sempat Dijemput Teman |
|
|---|
| Keluarga Ayu Puspita Sari Pertanyakan Pihak Hotel dan Satpam Saat Pelaku Bawa Jasad dalam Ember |
|
|---|
| Jasad Pengantin Baru di Muara Enim Sempat Ditinggal Semalam di Hotel Sebelum Dibakar Mantan Pacar |
|
|---|
| 'Kamu Kan Punya Suami' Mantan Pacar Bunuh dan Bakar Pengantin Baru di Muara Enim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/MAP-33-Pembunuh.jpg)