Berita Pagar Alam
BBM Langka di Pagar Alam, Pengendara Rela Antre Berjam-jam di SPBU dan Pertashop
Kelangkaan ini menyebabkan antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU dan Pertashop, bahkan sejak pagi hari.
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Odi Aria
SRIPOKU.COM, PAGAR ALAM – Warga Kota Pagar Alam dalam beberapa hari terakhir menghadapi kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar, hingga Pertamax.
Kelangkaan ini menyebabkan antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU dan Pertashop, bahkan sejak pagi hari.
Pantauan di lapangan, antrean kendaraan roda dua hingga roda empat tampak mengular hingga ke badan jalan.
Beberapa warga terpaksa mengantre hingga berjam-jam demi mendapatkan BBM untuk kendaraan mereka.
“Kami sudah beberapa hari kesulitan mencari Pertalite, terpaksa pakai Pertamax. Walaupun harus antre panjang di Pertashop, tetap dijalani. Yang penting kendaraan bisa jalan,” ujar Riko, warga setempat, Rabu (1/10/2025).
Situasi ini memaksa sebagian besar warga yang biasanya menggunakan Pertalite, beralih ke Pertamax, menyebabkan lonjakan pembeli di Pertashop yang biasanya lebih sepi.
Beberapa warga mengeluhkan kondisi ini karena berdampak langsung pada aktivitas ekonomi mereka, terutama bagi pekerja harian dan ojek daring yang menggantungkan penghasilan dari kendaraan bermotor.
“Banyak yang kerja harian. Kalau motor tidak bisa jalan karena tidak ada bensin, penghasilan juga ikut hilang. Kami minta pemerintah cari solusi cepat,” keluh seorang warga lainnya.
Menanggapi keluhan masyarakat, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kota Pagar Alam bersama Polres Pagar Alam langsung melakukan peninjauan ke sejumlah SPBU.
“Kami bersama petugas Polres sudah turun langsung ke SPBU untuk mempertanyakan penyebab antrean panjang dan sering habisnya BBM,” ujar Andre, Kabid Perdagangan Disperindagkop Pagar Alam.
Namun, dari hasil pertemuan tersebut, pihak SPBU tidak dapat memberikan penjelasan pasti. Mereka hanya menyebut bahwa kelangkaan terjadi akibat keterlambatan distribusi.
Penjelasan Pertamina
Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Area Manager Communication, Relations, dan CSR, Rusminto Wahyudi, memastikan bahwa stok BBM di wilayah Sumsel sebenarnya masih tersedia, baik jenis gasoline (Pertalite, Pertamax Series) maupun gasoil (Dex Series, Biosolar).
“Pertamina terus memantau kondisi distribusi BBM secara real-time dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar suplai BBM tetap optimal,” ujar Rusminto.
Ia menjelaskan bahwa suplai BBM untuk wilayah Sumsel berasal dari Integrated Terminal (IT) Palembang yang menerima pasokan melalui jalur laut.
Karena itu, faktor cuaca kerap memengaruhi kecepatan distribusi ke SPBU-SPBU di daerah, termasuk Pagar Alam.
“Kami mengimbau masyarakat tidak panik dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pertamina berkomitmen menjaga ketersediaan energi secara merata dan berkelanjutan,” tegasnya.
| Abaikan Peringatan Pemerintah, Lapak Pedagang di Kawasan Terminal Nendagung Ditertibkan |
|
|---|
| Wali Kota Pagar Alam Luncurkan Program RTLH Serentak, Tegaskan Rumah sebagai Kebutuhan Dasar |
|
|---|
| Kejari Pagar Alam Dalami Dugaan Korupsi Dana KUR di Salah Satu Bank Pemerintah Daerah |
|
|---|
| PTPN Tutup Objek Wisata Gunung Dempo, Pemkot Pagar Alam Siap Fasilitasi Solusi |
|
|---|
| Pemprov Sumsel Mediasi Penutupan Wisata Gunung Dempo Pagar Alam, Pemkot dan PTPN Harus Duduk Bersama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/BBM-LANGKA-DI-PAGAR-ALAM.jpg)