Opini
Kopi dan Rokok Si Pemersatu Bangsa dan Perannya dalam Kemiskinan
Mari kita renungkan bersama secara mendalam sedalam isapan rokok kita dan bila belum menemukan solusi tenangkan hati dengan secangkir kopi.
SEBAGIAN besar orang merasa lebih nyaman saat berkumpul dan mengobrol dengan suasana santai bila ditemani dengan sebatang rokok dan segelas kopi.
Kopi dan rokok dianggap sebagai simbol pemersatu bangsa yang dianggap mampu menyatukan orang-orang dengan karakter dan status berbeda.
Obrolan pun dapat mengalir dengan membahas berbagai topik, mulai dari Manchester United yang masih memble walau sudah jor-joran belanja pemain, rumah artis sekaligus anggota dewan yang digeruduk dan isinya dijarah massa, aksi demonstrasi di berbagai daerah dan berbagai isu terkini lainnya.
Bicara tentang kopi biasanya yang pertama kali dibahas adalah spesiesnya, umumnya yang diketahui secara luas adalah arabika dan robusta.
Perjalanan kopi dari masih di pohon hingga di dalam cangkir cukup panjang, dimulai dari panen buah kopi yang sudah matang, pemrosesan biji kopi dan pengeringannya, penyangraian dengan derajat yang bervariasi, hingga proses biji kopi digiling dan dihaluskan menjadi bubuk sebelum berakhir menjadi minuman yang tersaji di dalam cangkir.
Asal muasal kopi secara etimologi pun cukup panjang perjalanannya. Sebagian kalangan menganggap kopi berasal dari Bahasa Arab, Qahwah, yang pada masanya merujuk pada minuman anggur dan Bunn yang berarti kacang-kacangan.
Kemudian muncul sebutan Qahwah Al Bunn untuk menyebut minuman mirip minuman anggur yang berasal dari biji-bian atau kacang-kacangan.
Kata Qahwah akhirnya banyak digunakan untuk menyebut minuman kopi dibandingkan minuman anggur, dan kata Bunn digunakan untuk menyebut biji kopi.
Qahwah berubah menjadi Kahveh dalam Bahasa Turki dan Koffie dalam bahasa Belanda. Kata koffie akhirnya diserap menjadi kata Kopi di Indonesia.
Ragam varietas kopi khas Indonesia pun sangat beragam, mulai dari gayo, kintamani, sidikalang, wamena, flores dan sebagainya. Indonesia pun dikenal sebagai salah satu negara produsen kopi terebesar di dunia.
Kopi pun dianggap sebagai minuman yang sangat pas dinikmati sambil menemani seseorang saat merokok.
Rokok pun memiliki sejarah panjang di Indonesia. Konon rokok mulai dikenal di Indonesia pada abad ke-17 oleh pedagang Belanda yang membawa tembakau dari Eropa.
Rokok awalnya dianggap sebagai barang mewah dan mahal, yang hanya dapat dinikmati oleh pejabat kolonial, kaum bangsawan dan saudagar pada masa itu, hingga akhirnya menyebar konsumsinya ke berbagai lapisan masyarakat.
Hal tersebut bermula dari kebijakan tanam paksa yang diinisiasi kolonial Belanda untuk menanam komoditi tembakau.
Rokok di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri karena tembakau tersebut dicampur dengan cengkeh hingga menghasilkan rasa dan aroma yang khas dan disukai banyak orang.
| Sleep Training dan Bayi yang tak Lagi Bangun: Saat Tren Parenting Berubah Jadi Peringatan |
|
|---|
| Serba Serbi Kitab Undang Undang Hukum Pidana Baru |
|
|---|
| Pelecehan Seksual di Dunia Pendidikan, Alarm Darurat Degradasi Moralitas Generasi |
|
|---|
| Memaknai Budaya Dalam Konteks yang Berbeda |
|
|---|
| Opini: Memaknai Budaya Dalam Konteks yang Berbeda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Rillando-Maranansha-Noor1-Rillando-Maranansha-Noor.jpg)