Berita Palembang
Duduk Perkara Kasus Dugaan Bullying di SDN 133 Palembang
Viral dugaan kasus bullying seorang siswa SDN 133 Palembang yang dilakukan kakak kelasnya.
Tapi rupanya pada Jumat 7 November, Juwita, ibu A datang ke sekolah ingin menghadap kepala sekolah dan menceritakan bahwa A dibully verbal oleh kakak kelasnya.
Ana wali murid kelas 6 mengatakan, setelah guru mendengarkan cerita Juwita, kemudian dipanggil Ap dan H yang disebut sebagai pelaku pembully.
Dari hasil penelusuran guru, ternyata yang membully A itu ada tujuh orang siswa kelas enam.
Kemudian Sabtu 8 November, sekolah melakukan mediasi dan menjamin tidak akan ada lagi pembulllyan tersebut sehingga A bisa masuk sekolah lagi seperti biasanya.
Kemudian kami minta anak-anak yang membully membuat pernyataan tertulis dengan materai tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut.
Tapi dari hasil mediasi itu rupanya Juwita hanya memaafkan H karena orangtuanya.
Saat salaman usai membuat surat pernyataan itu rupanya orangtua H sempat menyelipkan sejumlah uang kepada Juwita sebagai bentuk permohonan maaf.
Namun ibu Ap tidak dimaafkan meski sudah membuat surat surat pernyataan serupa dan berani menjamin anaknya tidak akan membully lagi A.
"Mediasi kala itu hanya H yang dimaafkan oleh Juwita," ujar Ana.
Dari mediasi itu juga, Ana menyebut bahwa sekolah mencari solusi dengan akan memenuhi permintaan Juwita.
Namun Juwita hanya menjawab apa yang diinginkan A, dan kala itu A hanya menjawab agar tidak dibully lagi.
Kemudian guru juga menyanggupi dan menjamin agar tidak ada kasus bully lagi di sekolah itu baik pada A maupun ke murid lainnya.
Guru dan pihak sekolah mengaku menyayangkan kasus ini menjadi viral, karena berdasarkan hasil mediasi terakhir, mereka menduga Juwita telah menyetujui bahwa persoalan selesai.
Saat mediasi berlangsung, sekolah bahkan telah meminta Juwita untuk mengutarakan keinginannya secara terbuka.
Namun saat itu Juwita menjawab bahwa dirinya hanya menginginkan apa yang diinginkan A.
| Kisah Seorang Pencari Rongsokan di Palembang Meninggal, Keluarga Sempat Kesulitan Biaya Pemakaman |
|
|---|
| Tangani Banjir Palembang, Ratu Dewa Siapkan Satgas Kecamatan hingga Perluasan Kolam Retensi |
|
|---|
| Dukung Pertumbuhan Pengusaha di Sumsel, BRI Bantu Pembiayaan Ekspor Sultan Muda Xpora Summit 2026 |
|
|---|
| Bulog Sumsel Babel Gelar Edukasi Pangan, Siswa Belajar Langsung Proses Beras dari Hulu ke Hilir |
|
|---|
| Tak Terima Diviralkan Rebut Suami Orang, Gadis Muda di Palembang Laporkan Akun Medsos ke Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/SDN-133-Palembang-bully.jpg)