Opini
Opini: Sholawat, Ibadah Kurban, dan Pengorbanan Hari Ini
Sholawat adalah bentuk doa dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW sebagai ungkapan rasa cinta dan hormat dari umatnya.
Sholawat ini dinamakan salawat Ibrahimiyah yang berbunyi: Allahumma Shalli ala Muhammad wa ala Ali Muhammad, Kama Shallaita ala Ibrahim wa ala Ibrahim wa ala Ali Ibrahim. Allahumma Barik ala Muhammad wa ala Ali Muhammad, Kama Barakta ala Ibrahim wa ala Ibrahim wa ala Ali Ibrahim.
(Ya Allah, Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Limpahkan pula keberkahan bagi Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan bagi Nabi Ibrahim dan keluarganya).
Dilantukannya shalawat ini dalam setiap salat menandakan bahwa sholawat ini sangat Istimewa.
Mari kita bertanya-tanya, mengapa hanya Nabi Ibrahim AS yang memiliki tempat dalam salawat? Bukankah ada nabi Adam AS sebagai Nabi dan manusia pertama, atau juga ada nabi Nuh AS yang merupakan nabi besar dan menempati urutan pertama dalam predikat Ulul Azmi (Para Nabi yang memiliki keteguhan dan kesabaran)?
Pertanyaan yang patut kita renungkan, terutama saat kita memperingati hari raya Idul Adha dan melaksanakan ibadah haji. Setidaknya, ada tiga alasan yang bisa menjadi jawaban dari pertanyaan ini.
Pertama, ketersandingan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Ibrahim AS adalah karena Nabi Ibrahim adalah simbol utama keihlasan dan pengorbanan.
Pengorbanan Nabi Ibrahim dan putra Ismail AS akhirnya dipilih oleh Allah untuk diperingati dalam momen Idul Adha untuk diteladani oleh orang-orang beriman.
Perintah Allah untuk menyembih sang putra bukanlah cobaan ringan. Putranya Ismail ini adalah doa dan penantian selama 20 tahun hidup bersama Siti Sarah yang belum memberikannya keturunan (Ibnu Katsir, Qasashul Anbiya').
Atas izin Siti Sarah, ia menikahi Siti Hajar lalu lahirlah Ismail di Palestina. Belum habis masa-masa gembira menyambut kehadiran sang putra, ia diperintahkan oleh Allah membawa Siti Sarah dan bayi Ismail AS ke gurun tandus di Jazirah Arab. Sesampai di sana, ia meninggalkan anak dan istrinya atas perintah Allah.
Pilihan ketiga manusia ini semua tunduk pada perintah Allah tanpa syarat. Ibrahim Kembali ke Palestina membahas Siti Sarah.
Dalam beberapa riwayat, ketika usia Ismail menginjak usia 12 tahun, Ibrahim AS bermimpi menyembelih anak sebagaimana digambarkan dalam QS As-Saffat: 102. Lagi-lagi, dua orang manusia pilihan ini memilih taat kepada Allah. Keimanan dan pemenuhannya mencakup segala rasa. Maka Allah pun menggantikan Ismail dengan sembelihan besar. Peristiwa inilah yang kita abadikan setiap tahun melalui ibadah kurban.
Namun lebih dari sekedar sejarah, kisah ini adalah akar spiritual dari syariat Islam. Nabi Muhammad SAW tidak datang membawa agama baru, tetapi melanjutkan dan menyempurnakan agama hanif, agama yang dibawa oleh Ibrahim AS, sebagaimana termaktub dalam QS. An-Nahl : 123.
Kedua, ketersandingan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Ibrahim AS adalah karena Nabi Ibrahim adalah sumber keturunan para nabi, termasuk Nabi Muhammad SAW.
Putra Nabi Ibrahim ada dua orang, Nabi Ishak dan Nabi Ismail. Nabi Ishak melahirkan keturunan; Nabi Ya'qub, Yusuf, Musa, Harun, Dawud, Sulaiman, Zakariya, Yahya, Isa alaihimussalam, sementara keturunan nabi Ismail adalah Nabi Muhammad SAW.
Nabi terakhir ini adalah jawaban atas doa Nabi Ibrahim ketika selesai membangun Ka'bah bersama Nabi Ismail AS. Doa ini termaktub dalam QS. Al-Baqarah: 129, “Ya Rabb kami, utuslah untuk mereka seorang rasul dari kalangan mereka.”
sholawat
Bersholawat
Kurban
Sholawat Ibrahimiyah
OPINI
Dosen Prodi Bahasa dan Sastra Arab
Muhammad Walidin
| Empat Pemimpin Tersandung Korupsi, Muara Enim Butuh Babak Baru Kepemimpinan Tokoh Muda |
|
|---|
| Komodifikasi Kesehatan dan Krisis Otoritas Sains di Era Kapitalis |
|
|---|
| Ekonomi Islam dan Krisis Lingkungan |
|
|---|
| Dari Kayuagung ke Moskow, Perjalanan Anak Sumsel Mengubah Nasib di Rusia |
|
|---|
| Menziarahi Reruntuhan Makna: Ketika Sejarah "Dikhianati" Demi Seremonial Belaka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Ilustrasi-bacaan-Sholawat-Ibrahimiyah-simak-selengkapnya-beserta-keutamaan-mengamalkannya.jpg)