Berita PALI

Teror Gajah Liar di PALI, Warga Resah, Tanaman Rusak, dan Pondok Roboh

Warga Desa Semanggus, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Sumatra Selatan, hidup dalam keresahan akibat ulah kawanan gajah liar

SRIPOKU.COM / Apriansyah Iskandar
USIR GAJAH -- Para warga Desa Semanggus Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI setiap malam berjaga di kebun untuk mengusir gajah liar, Jumat (7/2/2025). Kades Semanggus Lian Sasnadi ungkap penyebabnya dikarenakan hutan konservasi dibuka oleh perusahaan 

Kepala Desa Semanggus, Lian Sasnadi, membenarkan bahwa aktivitas gajah liar masuk ke kebun dan pemukiman warga sudah sangat meresahkan.

"Hampir setiap malam kawanan gajah liar masuk ke perkebunan dan merusak tanaman, warga kami sudah kehabisan cara untuk mengusir kawanan gajah ini," kata Lian.

Lian juga membenarkan bahwa penyebab kawanan gajah mulai masuk ke perkebunan dan pemukiman warga sejak beberapa tahun terakhir disebabkan oleh rusaknya hutan konservasi yang menjadi habitat para kawanan gajah tersebut.

"Apa yang disampaikan warga memang benar bahwa hutan lindung yang menjadi kawasan konservasi kawanan gajah itu dibuka PT MHP, saat ini dalam keadaan gundul kawasan hutan konservasi itu, jadi gajah menyerang ke hutan warga," terang Lian.

Lian berharap pihak BKSDA dapat segera mencari solusi terkait permasalahan ini.

"Kami dari pemerintah desa sudah berupaya sejak tahun 2023 lalu sampai saat ini selalu melaporkannya ke pihak BKSDA, namun saat BKSDA datang mereka cuma sekadar mengecek dan meminta tanda tangan ke pemerintah desa, lalu pulang dan tidak ada solusinya," jelas Lian.

Jika permasalahan ini terus berlarut dan tidak menemukan solusinya, Lian mengatakan pemerintah desa hanya bisa menyerahkan keputusan apa yang akan diambil oleh masyarakat.

"Selama ini kami telah berupaya mengimbau warga, agar tidak melakukan tindakan anarkis terhadap hewan di lindungi tersebut, tapi jika tidak ada solusinya dari pihak terkait, kami serahkan ke masyarakat langkah apa yang mereka ambil, karena warga kami sudah resah dan menderita kerugian yang tidak sedikit, kami tidak bisa mengatasinya lagi jika permasalahan ini tak kunjung selesai," tukasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved