Breaking News

Berita Pagar Alam

Kronologi Seorang Pemuda Tewas di Air Terjun Cughup Mangkok Pagar Alam, Abaikan Peringatan Penjaga

Korban bersama dua rekannya diketahui tetap nekat mandi meski telah diingatkan agar tidak turun ke air karena kondisi berbahaya

Tayang:
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Welly Hadinata
Handout
EVAKUASI - Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pagar Alam saat mengevakuasi pemuda yang tewas tenggelam di Air Terjun Cughup Mangkok Kota Pagar Alam, Rabu (22/4/2025). BPBD PAGAR ALAM/SRIPOKU.COM 
Ringkasan Berita:
  • Korban tenggelam di Air Terjun Cughup Mangkok sempat diingatkan penjaga, namun diabaikan.
  • Insiden terjadi saat korban mandi dini hari bersama dua rekannya.
  • Korban ditemukan meninggal dunia setelah tim BPBD melakukan pencarian.

SRIPOKU.COM, PAGAR ALAM – Insiden tenggelamnya Hendi (23), warga Kabupaten Lahat di Air Terjun Cughup Mangkok, Kota Pagar Alam, Sumsel, Rabu (22/4/2026) dini hari, ternyata sempat didahului peringatan dari penjaga lokasi.

Korban bersama dua rekannya diketahui tetap nekat mandi meski telah diingatkan agar tidak turun ke air karena kondisi berbahaya, terlebih waktu masih sekitar pukul 03.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiganya datang ke lokasi untuk mandi dan sempat meminjam senter kepada penjaga air terjun.

Saat itu, penjaga telah mengingatkan agar tidak mandi di kawasan curup, terutama pada dini hari.

Namun, peringatan tersebut diabaikan. Tak lama kemudian, salah satu rekan korban kembali menemui penjaga untuk meminta bantuan setelah korban dilaporkan tenggelam.

Laporan kejadian diteruskan ke BPBD Kota Pagar Alam sekitar pukul 04.54 WIB.

Tim BPBD langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian.

Kasubbid Logistik BPBD Pagar Alam, Panca Putra, mengatakan dua regu tim tiba di lokasi sekitar pukul 06.00 WIB dan langsung melakukan upaya pencarian.

“Tim langsung melakukan tindakan cepat, termasuk membuka pintu air untuk mengurangi debit air guna memudahkan pencarian,” ujarnya.

Setelah sekitar 15 menit pencarian, korban akhirnya ditemukan. Namun, saat dievakuasi, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Besemah untuk penanganan lebih lanjut.

Pihak berwenang kembali mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di kawasan wisata air pada waktu berisiko, terutama dini hari, serta selalu mematuhi imbauan petugas demi keselamatan.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved