Berita PALI

Gorong-gorong di Desa Prabumenang Ambles, Akses Jalan PALI–Sekayu Terganggu

Kepala Desa Prabumenang, Eko Purwanto, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (13/4/2026) di bagian saluran air di sisi kanan jalan

Tayang:
Penulis: Mat Bodok | Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com/Mat Bodok
JALAN AMBLES - Badan jalan amblesnya gorong-gorong di Desa Prabumenang Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir) Sumatera Selatan. Berdampak pada akses jalan penghubung PALI- Sekayu putus. 
Ringkasan Berita:
  • Gorong-gorong ambles di Desa Prabumenang menyebabkan akses jalan PALI–Sekayu terganggu.
  • Jalan masih bisa dilalui kendaraan ringan, namun berbahaya bagi angkutan berat.
  • Dinas PUPR PALI telah meninjau lokasi dan mengimbau pengendara mengurangi muatan sambil menunggu perbaikan.

SRIPOKU.COM, PALI – Akses jalan penghubung Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menuju Sekayu mengalami gangguan setelah gorong-gorong di Desa Prabumenang, Kecamatan Penukal Utara, PALI, Sumsel, ambles.

Kepala Desa Prabumenang, Eko Purwanto, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (13/4/2026) di bagian saluran air di sisi kanan jalan.

“Untuk penyebab pastinya kami belum mengetahui, namun jalan tersebut ambles di bagian gorong-gorong,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Meski demikian, kendaraan roda dua dan mobil pribadi masih dapat melintas.

Namun, kondisi jalan dinilai tidak aman untuk dilalui kendaraan angkutan barang dengan muatan berat.

Pihak desa telah melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten PALI untuk segera ditindaklanjuti.

Menanggapi laporan tersebut, tim dari dinas terkait langsung turun ke lokasi guna melakukan peninjauan dan langkah penanganan awal.

Kepala Dinas PUPR PALI, Ristanto Wahyudi, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dan melakukan pengecekan di lapangan.

“Jalan ini merupakan akses penting penghubung PALI–Sekayu, sehingga perlu segera ditangani,” katanya.

Ia juga mengimbau para pengendara, khususnya sopir kendaraan angkutan barang, untuk sementara waktu mengurangi muatan demi menghindari risiko kerusakan yang lebih parah sebelum perbaikan dilakukan.

Pemerintah daerah khawatir jika penanganan terlambat, kondisi ini dapat berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved