Berita PALI
Asal-usul Desa Pengabuan dan Pengabuan Timur: Dari Karta Dewa hingga Kisah Heroik Puyang Wakim
Desa Pengabuan dan Pengabuan Timur di PALI awalnya bernama Dusun Karta Dewa, sebuah wilayah yang dipimpin oleh tokoh disegani bernama Puyang Wakim.
Penulis: Mat Bodok | Editor: tarso romli
Ringkasan Berita:
- Desa Pengabuan dan Pengabuan Timur di PALI awalnya bernama Dusun Karta Dewa, sebuah wilayah yang dipimpin oleh tokoh disegani bernama Puyang Wakim.
- Nama "Pengabuan" berasal dari kata ngubu (bersembunyi), yaitu aksi penyelamatan warga atas perintah Puyang Wakim saat dusun mereka diserang oleh komplotan perampok Puyang Bugis.
- Setelah Puyang Wakim dan kerabatnya berhasil menumpas perampok, dusun diubah menjadi Dusun Pengubuan, lalu menjadi Desa Pengabuan, hingga akhirnya dimekarkan.
Baca juga: Sejarah dan Asal-usul Desa Seri Bandung Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel
SRIPOKU.COM, PALI – Sejarah penamaan Desa Pengabuan dan Desa Pengabuan Timur di Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, memiliki akar sejarah yang panjang. Sebelum mengalami pemekaran wilayah akibat perluasan pemukiman, kedua desa tersebut awalnya merupakan bagian dari sebuah wilayah luas bernama Dusun Karta Dewa.
Dusun Karta Dewa kuno terletak di pinggiran sungai kecil yang bermuara ke Sungai Lingkis, sebelum mengalir ke Sungai Lematang dan Sungai Musi.
Menurut penuturan Sekretaris Desa Pengabuan, Zet Januari, AMd, sejarah desa ini diturunkan secara lisan dari para tetua adat yang peduli terhadap peradaban lokal.
Dahulu, Dusun Karta Dewa dipimpin oleh seorang tokoh yang sangat disegani dan dihormati bernama Puyang Wakim.
Beliau memiliki seorang kakak perempuan bernama Putri Jaring Angin, yang menikah dengan Puyang Jagawana dan menetap di Dusun Air Itam.
Kisah perubahan nama dusun ini bermula ketika Puyang Wakim mendapatkan firasat buruk bahwa wilayah mereka akan diserang oleh komplotan perampok besar.
Beliau segera mengumpulkan warga dan memerintahkan mereka untuk ngubu (bersembunyi) ke tempat yang aman sembari membawa harta benda yang berharga.
Firasat tersebut terbukti benar. Rombongan perampok asal Bugis yang dipimpin oleh Puyang Bugis datang menyusuri sungai untuk menjarah Karta Dewa.
Demi melindungi wilayahnya, Puyang Wakim menghadapi para perampok seorang diri.
Karena kalah jumlah, Puyang Wakim berhasil ditangkap, diikat, dan ditenggelamkan ke dalam air menggunakan tumpukan kayu balai.
Dari penjarahan itu, Puyang Bugis merampas sebuah pusaka berupa Pendok Emas.
Di Air Itam, Putri Jaring Angin merasakan firasat buruk setelah melihat tanaman Selase Ulung miliknya layu.
Ia bersama suaminya, Puyang Jagawana, segera bertolak ke Karta Dewa untuk menyelamatkan Puyang Wakim. Setelah berhasil membebaskan sang adik, mereka mengejar komplotan perampok hingga ke daerah Tanjung Putus.
Pertempuran sengit kembali terjadi. Puyang Wakim akhirnya berhasil menewaskan Puyang Bugis yang kebal menggunakan senjata pusaka Dowong Cang Kripas.
Sekretaris Desa Pengabuan Zet Januari AMd
Desa Pengabuan Kecamatan Abab Kabupaten PALI
Dusun Karta Dewa
| Hanya Ditimbun Tanah Merah, Akses Jalan Alternatif Sekayu–PALI–Muara Enim Dikeluhkan Pengendara |
|
|---|
| Sabu Diselipkan di Mobil, Tiga Pria Asal Lahat dan Empat Lawang Diringkus Polres PALI |
|
|---|
| Aksi Maling di Wilayah Hukum Polsek Talang Ubi Meresahkan, Warga Desak Polisi Intensifkan Patroli |
|
|---|
| Sukses Ubah Limbah Jerami Jadi Briket Bernilai Jual, Pendapatan Petani Melonjak Dua Kali Lipat |
|
|---|
| Anggaran Dipangkas 35 Persen, 17 Desa di Tanah Abang PALI Hanya Terima Dana Desa Rp5,03 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Kantor-Desa-Pengabuan-PALI.jpg)