Mahasiswi Tewas Dibakar Pacar

Profesi Ortu Mahasiswi UTM yang Tewas Dibakar Pacar Usai Tolak Aborsi Hamil 2 Bulan, Anak Tunggal

Ia menjelaskan, kasus pembunuhan tersebut berawal dari serangkaian komunikasi antara tersangka dan korban yang dimulai pada Sabtu (30/11/2024) sekitar

Editor: Fadhila Rahma
Kolase/Sripoku.com
Een Jumiati (kiri) dibakar oleh MMA (21) alias Welid (kanan) warga Dusun Besorok, Desa Lantek Timur, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Madura, Minggu (2/12/2024) malam. 

“Keluarga berharap pasalnya dikembangkan menjadi 340 KUHP (pembunuhan berencana). Pelaku dijatuhi hukuman yang setimpal, tegasnya.

Korban Sosok Pekerja Keras

EJ (22), mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang tewas dibunuh pacarnya, MMA (21), mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Ibrohimi Kecamatan Galis, Bangkalan, Madura.

Ternyata, selain dikenal baik hati, mahasiswi semester V UTM ini juga pekerja keras. 

Di tengah kesibukan kuliah, EJ bekerja paruh waktu di warung kopi Jalan Halim Perdana Kusuma, Kelurahan Mlajah, Kota Bangkalan. 

Hal itu diakui salah satu teman kos yang juga berasal dari Tulungagung, saat diperiksa penyidik Polres Bangkalan. 

Ramai di Media Sosial

Penemuan jasad EJ itu diketahui dari unggahan foto di media sosial.

Dalam foto yang beredar itu tampak tubuh korban terlentang, tiga titik api masih menyala di bagian pinggang kanan dan dua titik api lainnya di bagian perut.

Keberadaan foto tersebut disertai beberapa kalimat pesan yang diteruskan dari orang pengirim pertama. 

"Di infokan Kpd smua temen2 ketua. Mungkin di desanya ada yg merasa kehilangan keluarganya jenis kelamin cewek. Harap info ke pada kami, Peristiwa di Desa Banjar Kec. Galis:, Gak bisa di foto. Karna udah di sterilkan oleh Polsek, karna kanyaknya ini pembunuhan. Dan mayatnya di bakar. Tinggal kaki dan tangannya". 

Saat diturunkan dari ambulan di teras Gedung Pemulasaran Jenazah RSUD Syamrabu Bangkalan, bagian kaki kiri hingga pangkal paha dalam kondisi tidak bisa ditekuk, sehingga tampak menyembul pada kantong jenazah.

Di awal temuan tidak ditemukan identitas di tubuh korban.

Personil gabungan Inafis dan Opsnal Satreskrim Polres Bangkalan serta Unit Reskrim Polsek Galis langsung menyelidiki kasus ini.

Dokter forensik RSUD Syamrabu Bangkalan, dr Edy Suharta, SpF mengungkapkan, korban dibunuh dahulu, baru dibakar.

“Itu pembunuhan, dibunuh dulu terus dibakar. Banyak sekali tanda-tanda bekas sajam (senjata tajam) terutama di leher, kepala, dan lengan,” ungkap dr Edy.

“Usianya sekitar 20 tahun, pihak keluarga (korban) sudah mengetahui. Kemarin sempat mau kami ambil sampel urinenya, tetapi sudah menguap karena luka bakar 80 persen,” pungkasnya.

Akhirnya, personil gabungan Satreskrim Polres Bangkalan dan Unit Reskrim Polsek Galis menangkap pemuda berinisial MMA (21), warga Dusun Besorok, Desa Lantek Timur, Kecamatan Galis. 

MMA ditangkap pada Minggu (1/12/2024) pukul 21.30 WIB atau 1,5 jam setelah jasad korban EJ ditemukan warga sekitar pukul 20.00 WIB.

“Betul, pelaku adalah pacar korban. Setelah dilakukan interogasi, pelaku MMA mengakui telah melakukan pembunuhan,” ungkap Kapolres Bangkalan, AKBP Febri Isman Jaya, Senin (2/12/2024).

 

Sumber: Surya
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved