Mahasiswi Tewas Dibakar Pacar
Profesi Ortu Mahasiswi UTM yang Tewas Dibakar Pacar Usai Tolak Aborsi Hamil 2 Bulan, Anak Tunggal
Ia menjelaskan, kasus pembunuhan tersebut berawal dari serangkaian komunikasi antara tersangka dan korban yang dimulai pada Sabtu (30/11/2024) sekitar
SRIPOKU.COM - Nasib malang EJ (20), mahasiswi tewas dibakar pacar usai menolak aborsi saat hamil 2 bulan.
EJ merupakan mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang dibunuh pacarnya MMA (21) di Bangkalan, Madura.
EJ tewas ulah aksis adis pacarnya pada MInggu (2/12/2024).
EJ dibakar oleh MMA warga Dusun Besorok, Desa Lantek Timur, Kecamatan Galis, Kabupaen Bangkalan, Madura.
Pelaku MMA membakar tubuh EJ di bekas tempat pemotongan kayu.
Kapolres Bangkalan, AKBP Febri Isman Jaya mengungkap, sebelum korban tewas dibunuh, EJ masih masuk kerja mulai pukul 14.00 WIB dan pulang pada pukul 17.00 WIB.
“Setelah (kerja) itu korban kembali menemui tersangka di kamar kos. Selanjutnya korban dan tersangka pergi ke Desa Lantek Barat Kecamatan Galis dengan mengendarai motor Scoopy milik korban untuk pijat pengguguran kandungan,” kata Febri.
Baca juga: 5 Hari Sebelum Aniaya Ibu Pakai Tabung Gas hingga Tewas Aipda Nikson Sempat Curhat ke RT soal Istri
Ia menjelaskan, kasus pembunuhan tersebut berawal dari serangkaian komunikasi antara tersangka dan korban yang dimulai pada Sabtu (30/11/2024) sekitar 06.00 WIB.
Korban meminta bertemu namun tersangka menolak karena masih Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).
Akhirnya pertemuan keduanya terjadi pada Minggu (1/12/2024) sekitar pukul 00.00 WIB.
“Tersangka membagikan lokasi rumah kos melalui pesan WhatsApp kepada korban, keduanya pun bertemu dan menginap di sebuah rumah di Kelurahan Kraton, Kota Bangkalan, Sempat juga keduanya pindah kamar kos di Kelurahan Pejagan pada pukul 10.00 WIB,” jelas Febri.
Fakta ini terungkap dari barang bukti, handphone (HP) milik korban yang ditemukan di sekitar TKP, bangunan bekas pemotongan kayu di Desa Banjar, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan.
“Nah dari handphone inilah kami mendapatkan petunjuk, ponsel ketinggalan di TKP. Itu yang memudahkan kami, ada bantuan dari handphone. Setelah di-tracking (ditelusuri), ada transfer dari tersangka ke korban. Sehingga muncullah nama tersangka,” ungkap AKBP Febri Isman Jaya.
Korban EJ dibunuh dengan cara sadis oleh pacarnya, MMA (21), mahasiswa semester VII Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Ibrohimi Kecamatan Galis.
Keduanya mulai berpacaran pada Mei 2024 atau baru selama tujuh bulan.
Jasad EJ ditemukan warga dalam kondisi sudah tidak bernyawa di bekas tempat pemotongan kayu di Desa Banjar, Kecamatan Galis, Bangkalan sekitar pukul 20.00 WIB.
Sebagian anggota tubuh korban sudah hangus, serta api masih menyala di tubuh korban.
Aksi nekat tersangka ini setelah korban mengaku hamil dua bulan.
Sempat terjadi cekcok antara tersangka dan korban saat melintas Jalan Raya Tanah Merah dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy.
“Di tengah perjalanan keduanya terlibat cekcok mulut masalah kehamilan. Awalnya mereka berangkat dari rumah kos di kota,” ungkap Febri didampingi Wakapolres Bangkalan, Kompol Andi Febrianto serta Kasat Reskrim AKP Heru Cahyo.
Setiba di pinggir jalan raya Desa Banjar, Kecamatan Galis, lanjutnya, tersangka menghentikan laju motor.
Tersangka yang disebutnya terbiasa membawa senjata tajam, sudah tersulut emosi kemudian membacok korban.
Untuk menghilangkan jejak, pelaku menarik tubuh korban ke bekas tempat sawmill (pemotongan kayu) dan membeli bensin yang disiramkan ke tubuh korban.
Ia memaparkan, tersangka melakukan pembunuhan setelah korban mengancam akan melaporkan kepada pihak berwajib apabila tidak bertanggung jawab atas kehamilannya.
Namun sebelumnya, keduanya sempat bermaksud memijatkan perut korban dengan tujuan untuk menggugurkan kandungannya.
“Tersangka kami jerat dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara,” katanya.
Dari perkara tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa handphone yang ditemukan di sekitar TKP, gagang senjata tajam terbuat dari kayu yang ditemukan di sekitar TKP.
Selain itu, ceceran potongan rambut yang berada di sekitar TKP, dua buah botol parfum yang ditemukan di sebelah kiri posisi mayat/korban, 1 potong pakaian yang digunakan mayat/korban, serta satu unit sepeda motor Honda Scoopy.
Profesi Ayah Korban
Ternyata EJ dan keluarganya pernah merantau ke luar pulau untuk mengadu nasib.
Hal itu terjadi saat EJ lulus Taman Kanak-kanak (TK).
EJ yang merupakan anak tunggal pasangan Jainul Musdopi dan Sri Rahayu itu harus pindah dari Tulungagung ke Tanjung Balai Karimun, Karimun, Provinsi Riau.
Menurut Kepala Desa Purworejo, Sudarto, masa kecil EJ hingga SMA dihabiskan ke Tanung Balai Karimun.
Selepas SMA, EJ lalu mendaftar kuliah.
"Lulus SMA daftar di Brawijaya sama Trunojoyo, dan diterima yang di Trunojoyo,” ujar Sudarto mewakili pihak keluarga.
Keluarga EJ, belum genap 1 tahun kembali ke Desa Purworejo, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung.
Ibunya bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Jakarta, sementara ayahnya buruh tani.
Pasangan ini punya cita-cita menguliahkan anaknya hingga lulus sarjana.
Jainul sangat gigih bekerja demi memastikan anaknya tidak kekurangan uang selama kuliah.
Uang hasil kerja serabutan sebagian besar dikirim untuk Een, sisanya untuk keperluan sendiri.
“Misalnya seminggu dia dapat Rp 400.000 atau Rp 500.000, dia hanya ambil Rp 100.000 saja. Sebagian besar langsung dikirim ke anaknya,” ungkap Sudarto.
Tak mau berpangku tangan, di tengah kesibukan kuliah, EJ bekerja paruh waktu di warung kopi Jalan Halim Perdana Kusuma, Kelurahan Mlajah, Kota Bangkalan.
Bahkan, di hari sebelum dia dibunuh pacarnya, EJ masih bekerja hingga pukul 17.00 WIB.
Kini, tewasnya EJ membuat pupus cita-cita Jainul Musdopi dan Sri untuk melihat anaknya lulus kuliah.
Kini keluarga hanya berharap tersangka dihukum seberat-beratnya.
“Keluarga berharap pasalnya dikembangkan menjadi 340 KUHP (pembunuhan berencana). Pelaku dijatuhi hukuman yang setimpal, tegasnya.
Korban Sosok Pekerja Keras
EJ (22), mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang tewas dibunuh pacarnya, MMA (21), mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Ibrohimi Kecamatan Galis, Bangkalan, Madura.
Ternyata, selain dikenal baik hati, mahasiswi semester V UTM ini juga pekerja keras.
Di tengah kesibukan kuliah, EJ bekerja paruh waktu di warung kopi Jalan Halim Perdana Kusuma, Kelurahan Mlajah, Kota Bangkalan.
Hal itu diakui salah satu teman kos yang juga berasal dari Tulungagung, saat diperiksa penyidik Polres Bangkalan.
Ramai di Media Sosial
Penemuan jasad EJ itu diketahui dari unggahan foto di media sosial.
Dalam foto yang beredar itu tampak tubuh korban terlentang, tiga titik api masih menyala di bagian pinggang kanan dan dua titik api lainnya di bagian perut.
Keberadaan foto tersebut disertai beberapa kalimat pesan yang diteruskan dari orang pengirim pertama.
"Di infokan Kpd smua temen2 ketua. Mungkin di desanya ada yg merasa kehilangan keluarganya jenis kelamin cewek. Harap info ke pada kami, Peristiwa di Desa Banjar Kec. Galis:, Gak bisa di foto. Karna udah di sterilkan oleh Polsek, karna kanyaknya ini pembunuhan. Dan mayatnya di bakar. Tinggal kaki dan tangannya".
Saat diturunkan dari ambulan di teras Gedung Pemulasaran Jenazah RSUD Syamrabu Bangkalan, bagian kaki kiri hingga pangkal paha dalam kondisi tidak bisa ditekuk, sehingga tampak menyembul pada kantong jenazah.
Di awal temuan tidak ditemukan identitas di tubuh korban.
Personil gabungan Inafis dan Opsnal Satreskrim Polres Bangkalan serta Unit Reskrim Polsek Galis langsung menyelidiki kasus ini.
Dokter forensik RSUD Syamrabu Bangkalan, dr Edy Suharta, SpF mengungkapkan, korban dibunuh dahulu, baru dibakar.
“Itu pembunuhan, dibunuh dulu terus dibakar. Banyak sekali tanda-tanda bekas sajam (senjata tajam) terutama di leher, kepala, dan lengan,” ungkap dr Edy.
“Usianya sekitar 20 tahun, pihak keluarga (korban) sudah mengetahui. Kemarin sempat mau kami ambil sampel urinenya, tetapi sudah menguap karena luka bakar 80 persen,” pungkasnya.
Akhirnya, personil gabungan Satreskrim Polres Bangkalan dan Unit Reskrim Polsek Galis menangkap pemuda berinisial MMA (21), warga Dusun Besorok, Desa Lantek Timur, Kecamatan Galis.
MMA ditangkap pada Minggu (1/12/2024) pukul 21.30 WIB atau 1,5 jam setelah jasad korban EJ ditemukan warga sekitar pukul 20.00 WIB.
“Betul, pelaku adalah pacar korban. Setelah dilakukan interogasi, pelaku MMA mengakui telah melakukan pembunuhan,” ungkap Kapolres Bangkalan, AKBP Febri Isman Jaya, Senin (2/12/2024).
| Perintah Trump Blokade Selat Hormuz, China Dicemaskan Marah Jika Ini Terjadi |
|
|---|
| Iwan Setiawan Optimistis Pertahanan Solid SFC Mampu Redam Agresivitas Ayam Kinantan |
|
|---|
| Polres Muba Rilis Capaian Awal 2026, 261 Kasus Berhasil Diselesaikan |
|
|---|
| Konsistensi Fitrah |
|
|---|
| Pinjam Motor Tak Dikembalikan, Warga Komplek Perumahan Azhar Banyuasin Sembunyi di Palembang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Profesi-Ortu-Mahasiswi-UTM-yang-Tewas-Dibakar-Pacar-Usai-Tolak-Aborsi-Hamil-2-Bulan-Anak-Tunggal.jpg)