Mimbar Jumat
Mentransformasikan Manajemen Masjid sebagai Pusat Peradaban
Sebagai informasi, Data Sistem Informasi Manajemen Masjid (SIMAS) Republik Indonesia menyebutkan, terdapat 307. 557 masjid yang terdiri dari 1 Masjid
Oleh: Dr. Peny Cahaya Azwari,M.M.,M.B.A.,Ak
Akademisi, dan Peneliti Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
PADA 1-3 Oktober 2024, telah dilaksanakan International Symposium on Innovative Masjid (ISIM) di Solo. Momentum awal dan ajang bagi 54 akademisi, peneliti, dan aktivis masjid melalui paper terpilih yang memaparkan beragam inovasi masjid ramah lingkungan.
Simposium ini diinisiasi oleh Subdit Kemasjidan Kementerian Agama RI dengan tema” Eco-Friendly Mosque, Climate Change, and Future Generation yang berfokus pada pengembangan masjid berwawasan lingkungan sebagai respons terhadap perubahan iklim.
Ajang ini juga termasuk kegiatan Pameran Foto Masjid Ramah Lingkungan dan Anugerah Masjid Pusat Percontohan dan Ramah (AMPeRa) yang diikuti secara kompetitif berbagai masjid dari seluruh Indonesia.
Dua agenda besar ini sebagai ikhtiar Kementerian Agama melalui Bimas Islam dalam mengembangkan dan memberdayakan masjid.
Agenda pertama melalui beragam paper inovatif masjid ramah lingkungan memaparkan ide-ide mentransformaskan masjid menjadi Eco Friendly Masjid.
Agenda kedua, Anugerah Masjid Pusat Percontohan dan Ramah mengusung tema penghargaan masjid pada 11 kategori yaitu: Masjid Raya Percontohan, Masjid Agung Percontohan, Masjid Besar Percontohan, Masjid Jami’ Percontohan, Masjid Bersejarah Percontohan, dan Masjid Tempat Publik Percontohan.
Kategori masjid ramah yaitu Masjid Ramah Anak dan Perempuan, Ramah Difabel dan Lansia, Ramah Lingkungan, Ramah Keragaman, dan Ramah Musafir serta Dhuafa bagi seluruh masjid di Indonesia yang tahap seleksinya telah berlangsung sejak 16 Juli s.d. 31 September 2024.
Sebagai informasi, Data Sistem Informasi Manajemen Masjid (SIMAS) Republik Indonesia menyebutkan, terdapat 307. 557 masjid yang terdiri dari 1 Masjid Negara, 35 Masjid Raya, 455 Masjid Agung, 5.129 Masjid Besar, 248.732 Masjid Jami, 1.069 Masjid Bersejarah, 52.135 Masjid di Tempat Publik, dan 1 Masjid Nasional. dan 374.956 Mushola terdiri dari 93.458 Musholla di tempat Publik, 3.972 Mushalla Perkantoran, 15.047 Mushalla Pendidikan, dan 262.479 Mushalla Perumahan.
Jumlah ini menurut Ketua Dewan Masjid Indonesia, Yusuf Kalla, bahkan lebih besar lagi mencapai lebih dari 800.000 masjid dan mushola termasuk yang tidak tercatat di SIMAS. Kuantitas masjid dan mushala luar biasa ini menjadikan Indonesia menduduki peringkat ketiga jumlah masjid terbanyak di dunia.
Keberadaan masjid memiliki peran penting bagi masyarakat di Indonesia. Rasulullah SAW membangun masjid pertama di kota Madinah dengan tujuan mencerahkan umat dan mengenalkan risalah ilahiah.
Masjid bukan hanya digunakan untuk melaksanakan kegiatan ibadah ritual, tetapi juga dapat digunakan untuk menjalin ukhuwah Islamiyah, sebagai pusat dakwah dan pendidikan, serta sebagai tempat pemberdayaan umat sebagai pusat peradaban.
Pusat peradaban dalam konteks masjid berarti tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga tempat pengembangan ilmu pengetahuan, sosial, ekonomi, pendidikan, dan kemasyarakatan.
Namun sayangnya, secara kualitas, masih banyak sekali permasalahan yang dihadapi masjid di Indonesia. Beberapa permasalahan empiris yang penulis telusuri dapat dikelompokkan menjadi 2 faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Dr-Peny-Cahaya.jpg)