OPINI: Memaknai Nuzulul Quran dalam Konteks Pendidikan
Datangnya malam nuzulul Quran tersebut senantiasa dijadikan momentum umat Islam untuk senantiasa menguatkan keimanan bahwa Allah menurunkan al-Quran
Oleh: Prof. Dr. Hj. Zuhdiyah, M.Ag
(Guru Besar Pendidikan Islam UIN Raden Fatah Palembang /
Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Sumsel)
SRIPOKU.COM -- Nuzulul Quran adalah sebuah peristiwa besar dan istimewa yang dialami Rosulillah Saw saat bertahannuts (menyendiri) di Gua Hira, yakni menerima al- Quran berupa wahyu pertama surat al-Alaq ayat 1 sampai 5, peristiwa tersebut terjadi tepatnya pada tanggal 17 Romadan tahun 610.
Datangnya malam nuzulul Quran tersebut senantiasa dijadikan momentum umat Islam untuk senantiasa menguatkan keimanan bahwa Allah telah menurunkan al-Quran sebagai pedoman dan tuntunan di semua lini kehidupan manusia.
Al-Quran tidak hanya mencakup pokok ajaran yang berkaitan dengan aqidah, ibadah, akhlak, muamalah, sejarah dan hukum semata, namun al-Quran juga berisi tentang ilmu pengetahuan.
Bahkan wahyu pertama berupa perintah membaca merupakan tonggak perubahan peradaban dunia. Berubah dari kehidupan jahiliyah di alam kebodohan menuju kehidupan yang berkemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Tulisan ini akan mengkaji bagaimana makna yang terkandung pada surat al-Alaq ayat 1 sampai 5 ditinjau dari konteks Pendidikan Pertama, guru dan murid atau pendidik dan peserta didik.
Pendidik sebagai sosok yang bertanggung jawab secara utuh terhadap perkembangan dan kemajuan peserta didiknya. Pendidik dalam surat al-Alaq ini adalah Malaikat Jibril.
Sementara peserta didik adalah sosok yang membutuhkan bimbingan, arahan dan didikan dari gurunya. Peserta didik dimaksud adalah Muhammad Saw.
Malaikat Jibril membawa titah Allah untuk memberikan pendidikan kepada muridnya dengan mengajarkan surat al-Alaq ayat 1-5.
Profil Pendidik yang terdapat dalam gambaran Malaikat Jibril pada saat mengajarkan surat al-Alaq adalah sosok pendidik yang sabar dan memotivasi. 3 kali malaikat sang guru (Jibril) memerintahkan muridnya (Muhammad saw) untuk membaca dan 3 kali pula muridnya (Muhammad saw) menjawab ma ana biqori (aku tidak bisa membaca).
Sang murid yang begitu ketakutan karena baru pertama bertemu dan belajar dengan guru, ditenangkan oleh sang guru dengan pelukan hangatnya sambil terus membimbing dan mengarahkannya sampai akhirnya murid pun mampu menirukan ucapan yang diajarkan gurunya.
Artinya dalam satu proses pembelajaran perlu dibangun suasana yang cair dan kondusif sehingga mampu menyejukkan, menyenangkan dan menenangkan peserta didik agar peserta didik dapat memfokuskan perhatianya secara utuh terhadap apa yang dipelajari.
Kedua, tujuan Pendidikan Surat al-Alaq ayat 1-5 dalam konteks pendidikan bertujuan untuk dapat mengembangkan segenap potensi yang dimiliki oleh Muhammad Saw (sebagai peserta didik) agar dapat mencapai pada kesempurnaan hidup dunia dan akhirat.
Kesempurnaan hidup dunia adalah dengan mengembangkan ilmu pengetahuan (alladzi kholaq, dengan kholaqol insan min alaq) dan kesempuraan hidup akhirat adalah dengan bertuhan (bismi robbik dengan robbukal akrom).
| Kisi-kisi Soal PAS/SAS PAI Kelas 12 SMA Semester 2 Kurikulum Merdeka Tahun 2026 Lengkap Jawaban |
|
|---|
| 20 Soal PAS/SAS Kimia Kelas 12 SMA Semester 2 Kurikulum Merdeka Tahun 2026 Lengkap Kunci Jawaban |
|
|---|
| Soal PAS/SAS Informatika Kelas 12 SMA Semester 2 Kurikulum Merdeka Tahun 2026 Lengkap Kunci Jawaban |
|
|---|
| Soal PAS/SAS Fisika Kelas 12 SMA Semester 2 Kurikulum Merdeka Tahun 2026 Lengkap Kunci Jawaban |
|
|---|
| Soal PAS/SAS Ekonomi Kelas 12 SMA Semester 2 Kurikulum Merdeka Tahun 2026 Lengkap Kunci Jawaban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Opini-Nuzulul-Quran.jpg)