Opini: PPDB Sistem Zonasi dan Urgensi Keselarasan Sistemik

Beragam moduspun dilakukan sebagian orang tua/wali agar calon siswa bisa diterima di sekolah favorit, sejak dari jual beli kursi hingga manipulasi KK

Editor: Bejoroy
dokumen pribadi
Prof Dr Abdullah Idi (Guru Besar Sosiologi/Pengamat Sosial Pendidikan UIN Raden Fatah Palembang) 

Keempat. Sekolah berkualitas belum merata. Berdasarkan Survey United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) 2022, terhadap kualitas pendidikan di negara-negara berkembang di Asia Pacific, Indonesia menempati peringkat 10 dari 14 negara. Untuk kualitas guru, kualitasnya berada pada level 14 dari 14 negara berkembang. Selain itu, ada 20 negara yang masuk dalam peringkat pendidikan terbesar tahun 2023 dan Indonesia tidak masuk di dalamnya. Indonesia berada pada peringkat 67 dari 203 negara. Dikatakan, tingkat Intelegence Quotient (IQ) masyarakat Indonesia dikategorikan rendah. Kualitas pendidikan Indonesia dibandingkan kualitas pendidikan negara lain dikarenakan ole, antara lain: masih rendahnya kualitas guru, sarana-prasarana kurang memadai, dan sistem pendidikan cenderung memaksa siswa untuk menjadi orang yang multi-talent, yakni menguasai semua pelajaran di sekolah padahal siswa memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Tetapi, pada leve mikro-lokalitas, berdasarkan data survei UNESCO 2021, minat baca di Indonesia paling tinggi dipegang oleh daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil survei mengatakan, Yogyakarta memiliki indeks baca 0, 049, sedangkan Singapura telah mencapai indeks baca 0,45. Berdasarkan data minat baca dan angka tuna aksara diatas, kondisi itu berpengaruh terhadap posisi Human Development Index (HDI) Indonesia.

Penerapan kebijakan PPDB Sistem Zonasi di Yogyakarta berdampak berbeda terhadap hasil pembelajaran siswa di Yogyakarta. Hasil studi Research on Improving Systems of Education (RISE) 2022 menunjukkan bahwa siswa yang kini tidak dapat mengakses sekolah negeri mengalami penurunan skor belajar yang signifikan. Sementara, siswa yang dapat mengakses sekolah negeri setelah adanya kebijakan Zonasi mengalami peningkatan skor belajar, meskipun tidak terlalu signifikan. Selarasnya sistem pendidikan di Kota Yogyakarta mendorong inovasi pendidikan.

Ada dua inovasi pendidikan di Yogyakarta yang diteliti RISE, yakni Jam Belajar Masyarakat (JBM) dan Paguyuban Orang Tua. Hasil riset RISE menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Yogyakarta atas pendidikan sudah tinggi; dan saat ini di Kota Yogyakarta sudah terjadi keselarasan sistem , dimana semua pihak bekerjasama untuk menjaga kualitas pendidikan di Yogyakarta, mulai pemerintah daerah, pihak sekolah, orang tua dan masyarakat. Selain itu, ada 19 sekolah di Yogyakarta yang masuk dalam kelompok 100 besar daftar 1000 Top Sekolah 2022 berdasarkan nilai UTBK. Dalam daftar 20 Sekolah Terbaik di DIY 2022 didominasi oleh sekolah negeri dan hanya 1 sekolah swasta.

Secara singkat, tampak bahwa dilema penerapan PPDB Sistem Zonasi di Indonesia begitu kompleks, dimana bertalian dengan masih masih rendahnya kualitas pelayanan pendidikan. Hal ini, terutama, bertalian dengan ketersediaan sarana-prasarana, rendahnya presentase guru berkualitas-profesional dan manajamen (kepala) sekolah, infrastruktur pendidikan belum berpihak kepada kebutuhan anak-anak, dan sekolah berkualitas masih minimdan belum merata secara geografis dan demografis. Ke depan, sebagai upaya akselerasi pelayanan pendidikan nasional, sebagaimana amanah UUD 1945, diperlukan kesadaran kolektif sehingga terbentuknya keselarasan sistemik dari semua elemen masyarakat (orang tua, masyarakat dan pemerintah). (*)

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved