Akui Sulit Cari Bacaleg 2024, Ishmatuddin Beberkan Faktor dan Penyebabnya

Sekretaris DPC Partai Gerindra Banyuasin yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banyuasin, Noor Ishmatuddin, S.I.P. mengakui jelang Pemilu 2024

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Sekretaris DPC Partai Gerindra Banyuasin yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banyuasin, Noor Ishmatuddin, S.I.P.  

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Sekretaris DPC Partai Gerindra Banyuasin yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banyuasin, Noor Ishmatuddin, S.I.P. mengakui jelang Pemilu 2024 ini cukup sulit menggaet masyarakat untuk diajak maju menjadi Calon Anggota Legislatif.

Terlebih dengan KPU mengumumkan akan menerapkan Pemilu dengan proporsional tertutup (berdasarkan Nomor urut Caleg). 

"Kesulitan menggaet caleg khususnya di Dapil saya, itu yang pertama sulitnya mencari kader perempuan karena kuota untuk perempuan itu 8 kursi itu 30 persennya itu adalah 3 orang kader perempuan," ungkap Ishma, Rabu (11/1/2023).

Pria yang mendapatkan penghargaan Anggota Dewan Termuda Se-Indonesia pada tahun 2019 di umur 22 Tahun mengakui kesulitan mendapatkan calon anggota DPRD yang ingin maju. 

"Mengapa demikian? Mungkin ada beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat tidak ingin maju menjadi anggota DPRD, diantaranya mungkin masalah dana," kata pria kelahiran Banyuasin, 22 April 1997, menyelesaikan pendidikan formal di SD Negeri 6 Kenten Banyuasin, SMP hingga SMA di LTI IGM Palembang, hingga perguruan tinggi di Univ IGM Palembang, Fakultas Ilmu Pemerintahan.

Ishma yang beristrikan seorang dokter muda Hesti Yulia Sari, S. Ked, pada bulan Desember Tahun 2020 dan memiliki seorang putra Muhammad Azka ElNoor Tahun 2022, kemudian meihat juga mungkin masih ragu melihat apakah ini nanti proporsional tertutup ataukah proporsional terbuka. 

"Kalau proporsional tertutup, mereka lebih malas lagi untuk nyalon, tapi kalau proporsional terbuka mungkin masih ada peluang karena kita pilih nomor dari suara terbanyak," kata Ishma. 

Mengingat Pemilu 2024 akan dilaksanakan proporsional tertutup, Ishma menegaskan dari Fraksi Partai Gerindra kemarin sudah pengumuman Ketum-Ketum Partai, sikapnya menolak proporsional tertutup.

"Mengingat itu membatasi hak demokrasi masyarakat. Karena masyarakat itu disuruh memilih kucing dalam karung. Artinya Demokrasi kita mundur sangat jauh kalau melakukan pemilihan dengan proporsional tertutup," katanya. 

Menurutnya, pemilihan dengan proporsional tertutup membuat malas masyarakat mau nyalon jadi caleg anggota DPRD. Karena semestinya hak demokrasi masyarakat tidak dibatasi jadi masyarakat bebas memilih siapa wakilnya di DPRD Kabupaten Banyuasin khususnya, di Sumsel.

Sejauh ini kata Ishma, uji kompetensi di Mahkamah Konstitusi dan kita akan lihat nanti bagaimana perkembangannya. Kita serahkan nanti dengan Mahkamah Konstitusi bagaimana hasil dari proposional terbuka ataukah proporsional tertutup. 

Tapi kemarin Ketum-Ketum Partai sudah mengumumkan ada kurang lebih delapan Partai yang menolah untuk proporsional tertutup, diantaranya Partai Gerindra besutan Prabowo Subianto juga menolak itu.

"Kalau target Partai 2024 InsyaAllah kami mempunyai target 9 kursi di DPRD Kabupaten Banyuasin dari 6 kursi menjadi 9 kursi. Terkait Pilkada saya pribadi untuk saat ini masih fokus menjalankan amanah saya menjadi anggota DPRD Kabupaten Banyuasin sampai 2024," ujarnya. 

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved