Mimbar Jumat

Hijrah: Tidak Harus Merubah Segalanya

Tanpa perlu beranjak dari tempat duduk, masyarakat digital dapat memenuhi semua kebutuhannya sendiri serta menjadi orang yang dikenal secara luas

Tayang:
Editor: Bejoroy
Dokumen Pribadi
Dr. Hj. Uswatun Hasanah, M.Ag Dosen Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang, Dirda LPPK Sakinah Kota Palembang 

Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah di bawah naungan-Nya pada hari yang tiada naungan lain selain naungan-Nya, yaitu :
(1). Pemimpin yang adil dan jujur,
(2). Seorang lelaki betemu seorang perempuan cantik dan berpangkat lalu perempuan itu menawarkan dirinya kepada laki-laki tersebut dan laki-laki tersebut mengatakan :“Sesungguhya aku takut kepada Allah rabbul alamin”,
(3). Seseorang yang hatinya tertambat di masjid-masjid,
(4). Seseorang yang mempelajari al-Qur’an sejak muda dan terus dibacanya sampai tua,
(5). Seseorang yang merahasiakan sedekahnya sehingga apa yang diberikan oleh tangan kanannya tidak diketahui oleh tangan kirinya, (6). Seseorang yang ingat kepada Alah (dzikrullah) di tengah-tengah orang banyak sambil melelehkan air matanya karena takut kepada Allah,
(7). Seseorang bertemu orang lain lalu dia mengatakan: Aku mencintaimu karena Allah, yang disambut oleh temannya itu : Akupun
mencintaimu karena Allah”. (H.R. Baihaqi, 807). Hadis ini semakin mengatkan kaum muslimin bahwa seperti apa pun zaman yang sedang dilalui, harus tetap bertahan dan istiqomah dengan keislaman ini.

Hijrah, tidak harus merubah segalanya. Meskipun manusia adalah pemilik zaman, agar tidak tertinggal zaman manusia harus selalu update. Namun untuk apa berubah kalau malah menuju kepada kerusakan dan kemunduran.

Tuntunan hidup muslim sudah sangat jelas yaitu al-Qur’an dan hadis. Teladan terbaik manusia adalah pasti yaitu Rasulullah saw. Menjadi manusia yang tidak latah mengikuti perubahan, baper melihat kemaksiatan, salah mengartikan makna tren dan keren.

Tundukkan pandangan terhadap apa-apa yang tidak dihalalkan oleh agama, melangkah ke majelis ilmu, perbanyak berkumpul dengan orang-orang baik, majelis yang mengingatkan kepada kebaikan, meningkatkan keimanan dan bila perlu berupaya untuk menjadi agen perubahan. Tidak hanya bagi diri tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya.

Segala boleh berubah tetapi iman selamanya harus menetap di hati, kapan dan dimanapun juga. Berbuat banyak di atas keimanan maka akan menjadi makhluk ter keren di bumi ataupun di langit.***

ilustrasi
Sumbere: https://covid19.go.id/

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved