Mimbar Jumat

Hijrah: Tidak Harus Merubah Segalanya

Tanpa perlu beranjak dari tempat duduk, masyarakat digital dapat memenuhi semua kebutuhannya sendiri serta menjadi orang yang dikenal secara luas

Tayang:
Editor: Bejoroy
Dokumen Pribadi
Dr. Hj. Uswatun Hasanah, M.Ag Dosen Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang, Dirda LPPK Sakinah Kota Palembang 

Di tengah derasnya arus perubahan, sebagai seorang muslim hal prinsip yang harus tetap terus dijaga dan dipertahankan adalah iman. Semua boleh berubah tapi iman jangan sekali-kali berubah apalagi berpaling.

Imam al-Ghazali mengibaratkan iman adalah benih, sementara seluruh amal perbuatan adalah upaya menyiram dan merawatnya. Jika benih dirawat dengan baik maka ia akan tumbuh menjadi besar, kuat dan menghasilkan buah.

Setiap individu tentu memiliki kadar keimanan yang berbeda-beda. Ada yang sekali saja mendapat cacian langsung marah, dendam dan melakukan pembalasan. Ada pula yang diajak melakukan maksiat tidak kuasa untuk melakukan penolakan. Namun tidak sedikit manusia yang memilih untuk tetap tenang dan sabar dalam menghadapi berbagai bentuk ujian dan cobaan yang menghampirinya.

Penting bagi tiap individu untuk menjaga keimannya salah satunya dengan cara memilih teman dan lingkungan yang baik. “Perumpamaan teman yang shalih dengan yang buruk itu seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Berteman dengan penjual minyak wangi akan membuatmu harum karena kamu bisa membeli minyak wangi darinya atau sekurang-kurangnya mencium bauwanginya. Sementara berteman dengan pandai besi akan membakar badan dan bajumu atau kamu hanya akan mendapatkan bau tidak sedap” (H.R. al-Bukhariy, 1959).

Hal yang tidak mudah untuk dilakukan yaitu bertahan di tengah arus kehidupan, berbagai macam perubahan ditawarkan oleh para pembawanya dikenalkan sebagai sebuah kebaikan.

Jika bersama teman dan lingkungan yang baik maka seseorang tentu dapat lebih mudah dan kuat dalam memilih dan menentukan agen perubahan mana yang dia pilih dengan tetap menjaga dan mempertahankan keimanannya.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:

Logo TikTok Sripoku.com

Keharusan untuk memiliki keberanian untuk meninggalkan lingkungan yang menurunkan rasa iman kepada Allah, meskipun hal tersebut adalah trend yang sedang digandrungi oleh masyarakat.

Tidak harus ikut-ikutan menegak minuman keras, karena dalam Islam telah jelas pengharamannya (Q.S. 2, 219). Bergaul bebas tanpa batas antara lawan jenis, meskipun ditawarkan dalam pola pergaulan modern tidak harus merubah prinsip pergaulan yang telah jelas di atur dalam al-Qur’an dan hadis (Q.S.17, 32).

Tidak perlu ragu untuk keluar dari lingkungan yang tidak mampu untuk dilawan dan diperbaiki. Seperti sahabat Abu Bakar yang gundah dalam perjalanan hijrahnya karena takut menghadapi kekuatan musuh, tetapi Rasul meyakinkan bahwa Allah selalu bersama-sama orang yang mempertahankan keimanannya (Q.S. 3, 139).

Telah banyak pribadi luar biasa selain para Nabi dan Rasulullah yang dihadirkan sebagai teladan. Salah satunya adalah Mush’ab bin Umar, pemuda kaya raya dan tampan. Ia selalu tampil perlente dengan segala kemewahannya, bahkan aroma parfumnya telahtercium dari jarak yang sangat jauh.

Namun sejak memutuskan untuk menjadi muslim dia kemudian disiksa oleh ibu dan kaumnya, sehingga tidak terlihat lagi rupa bahwa iaseorang kaya yang berwajah tampan dan gagah. Namun Islam telah dipilihnya dan membawanya syahid di medan perang membela Rasulullah saw. Kisah Mush’ab mengajarkan kepada kaum materialis bahwa harta bukanlah sebuah pilihan terbaik ketika aqidah harus dipertaruhkan.

Layaknya seorang pemuda bernama Uwais al-Qarni dengan keimanan, kecintaan dan kepatuhannya kepada Rasulullah dan ibunya. Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais? Bukanah Uwais yang kita kenal hanyalah seorang fakir yang tidak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari hanya sebagai pengembala domba dan unta?

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Tetapi ketika hari wafatmu engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya mausia-manusia asing yang tidak pernah kami lihat. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamanmu.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved