Mimbar Jumat

Hijrah: Tidak Harus Merubah Segalanya

Tanpa perlu beranjak dari tempat duduk, masyarakat digital dapat memenuhi semua kebutuhannya sendiri serta menjadi orang yang dikenal secara luas

Tayang:
Editor: Bejoroy
Dokumen Pribadi
Dr. Hj. Uswatun Hasanah, M.Ag Dosen Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang, Dirda LPPK Sakinah Kota Palembang 

Oleh: Dr Hj Uswatun Hasanah MAg
Dosen Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang, Dirda LPPK Sakinah Kota Palembang

PERUBAHAN dan perkembangan zaman adalah sebuah keniscayaan. Tanpa pernah mampu untuk dihentikan, roda kehidupan akan terus melaju, berubah menuju puncak peradaban manusia.

Saat ini dikenal sebagai Era Digital yang merupakan masa melek tekhnologi dan serba terkoneksi. Kehidupan yang memiliki ciri khas serba cepat, mudah dan instan. Internet seolah-olah menjadi kebutuhan primer bagi setiap individu.

Karena untuk melaksanakan berbagai jenis aktivitas seperti belajar, mencari nafkah, layanan kesehatan, belanja kebutuhan ataupun menyalurkan hobi cukup dengan berada dan menghabiskan waktu di depan smarthphone atau komputer yang terkoneksi secara baik.

Tanpa perlu beranjak dari tempat duduk, masyarakat digital dapat memenuhi semua kebutuhannya sendiri serta menjadi orang yang dikenal secara luas melalui akun sosial media.

Berdasarkan hasil survey menyebutkan telah terjadi perubahan dalam sikap dan kebiasaan yang menjadi ciri khas masyarakat digital, yaitu lebih mementingkan materi daripada kualitas hidup.

Sikap materialistis yang menjadi simbol keberhasilan orang masa kini yaitu penghargaan terhadap kepemilikan material. Misalnya memiliki rumah mewah, kendaraan terbaru, uang banyak dan harta yang melimpah.

Selain itu sikap hidup individual juga tumbuh subur pada masyarakat digital serta perubahan dalam kebiasaan hidup sehari-hari. Secara fantastik perubahan yang terjadi pada kebiasaan masyarakat era digital adalah berselfi.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Saat ini, apapun yang dilakukan selalu diabadikan dengan kamera atau selfi. Mau makan selfi dulu, mau tidur selfi, anak sakit sebelum diberi obat selfi dulu, bahkan pada berbagai kegiatan yang seharusnya dilakukan secara pribadi, rahasia dan membutuhkan bantuan segera, ikut menjadi bagian yang diabadikan dalam kamera kemudian dibagikan pada akun sosial media.

Perubahan merupakan tuntutan zaman yang harus dijawab oleh manusia pemilik zaman. Sebagai muslim pastinya perubahan adalah sebuah keniscayaan. Tidak hanya mengikuti perubahan, bahkan Allah swt memberikan kewenangan kepada manusia untuk melakukan perubahan serta menjadi agen perubahan bagi lingkungan di sekitarnya (Q.S.13, 11).

Salah satu pesan penting yang tersirat di dalam peristiwa hijrah adalah melakukan perubahan. Seseorang bisa disebut melakukan hijrah jika berpindah meninggalkan suatu tempat yang baik menuju tempat yang buruk atau sebaliknya meninggalkan tempat yang buruk menuju tempat yang baik (H.R. Muttafaqun’alaih).

Hijrah bukanlah semata-mata bertujuan untuk pindah dari satu tempat menuju tempat yang lain (H.R. al-Bukhari, 6689), seperti layaknya pelaksanaan trasmigrasi ataupun urbanisasi. Perpindahan dari satu tempat atau keadaan menuju tempat atau kondisi lain yang dapat menunjang seseorang bisa lebih taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Perlu untuk dipahami dan dipedomani bahwa untuk melakukan perubahan atau memutuskan untuk hijrah tentunya ada aturan dan batasan.

Secara hakikat hijrah dimaknai sebagai sikap bertahan atau lebih tepatnya mempertahankan keimanan. Karena sebab mempertahankan iman para sahabat berhijrah, rela meninggalkan kampung halaman, keluarga, harta benda menuju tempat yang masih asing bagi mereka.
Iman yang mereka pertahankan telah melahirkan ketenangan dan ketentraman batin, sehingga bagaimanapun perihnya penderitaan yang dialami secara zahir, tidak merubah rasa keimanan yang ada dalam diri mereka.

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Logo instagram.com/sriwijayapost/

Di tengah derasnya arus perubahan, sebagai seorang muslim hal prinsip yang harus tetap terus dijaga dan dipertahankan adalah iman. Semua boleh berubah tapi iman jangan sekali-kali berubah apalagi berpaling.

Imam al-Ghazali mengibaratkan iman adalah benih, sementara seluruh amal perbuatan adalah upaya menyiram dan merawatnya. Jika benih dirawat dengan baik maka ia akan tumbuh menjadi besar, kuat dan menghasilkan buah.

Setiap individu tentu memiliki kadar keimanan yang berbeda-beda. Ada yang sekali saja mendapat cacian langsung marah, dendam dan melakukan pembalasan. Ada pula yang diajak melakukan maksiat tidak kuasa untuk melakukan penolakan. Namun tidak sedikit manusia yang memilih untuk tetap tenang dan sabar dalam menghadapi berbagai bentuk ujian dan cobaan yang menghampirinya.

Penting bagi tiap individu untuk menjaga keimannya salah satunya dengan cara memilih teman dan lingkungan yang baik. “Perumpamaan teman yang shalih dengan yang buruk itu seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Berteman dengan penjual minyak wangi akan membuatmu harum karena kamu bisa membeli minyak wangi darinya atau sekurang-kurangnya mencium bauwanginya. Sementara berteman dengan pandai besi akan membakar badan dan bajumu atau kamu hanya akan mendapatkan bau tidak sedap” (H.R. al-Bukhariy, 1959).

Hal yang tidak mudah untuk dilakukan yaitu bertahan di tengah arus kehidupan, berbagai macam perubahan ditawarkan oleh para pembawanya dikenalkan sebagai sebuah kebaikan.

Jika bersama teman dan lingkungan yang baik maka seseorang tentu dapat lebih mudah dan kuat dalam memilih dan menentukan agen perubahan mana yang dia pilih dengan tetap menjaga dan mempertahankan keimanannya.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:

Logo TikTok Sripoku.com

Keharusan untuk memiliki keberanian untuk meninggalkan lingkungan yang menurunkan rasa iman kepada Allah, meskipun hal tersebut adalah trend yang sedang digandrungi oleh masyarakat.

Tidak harus ikut-ikutan menegak minuman keras, karena dalam Islam telah jelas pengharamannya (Q.S. 2, 219). Bergaul bebas tanpa batas antara lawan jenis, meskipun ditawarkan dalam pola pergaulan modern tidak harus merubah prinsip pergaulan yang telah jelas di atur dalam al-Qur’an dan hadis (Q.S.17, 32).

Tidak perlu ragu untuk keluar dari lingkungan yang tidak mampu untuk dilawan dan diperbaiki. Seperti sahabat Abu Bakar yang gundah dalam perjalanan hijrahnya karena takut menghadapi kekuatan musuh, tetapi Rasul meyakinkan bahwa Allah selalu bersama-sama orang yang mempertahankan keimanannya (Q.S. 3, 139).

Telah banyak pribadi luar biasa selain para Nabi dan Rasulullah yang dihadirkan sebagai teladan. Salah satunya adalah Mush’ab bin Umar, pemuda kaya raya dan tampan. Ia selalu tampil perlente dengan segala kemewahannya, bahkan aroma parfumnya telahtercium dari jarak yang sangat jauh.

Namun sejak memutuskan untuk menjadi muslim dia kemudian disiksa oleh ibu dan kaumnya, sehingga tidak terlihat lagi rupa bahwa iaseorang kaya yang berwajah tampan dan gagah. Namun Islam telah dipilihnya dan membawanya syahid di medan perang membela Rasulullah saw. Kisah Mush’ab mengajarkan kepada kaum materialis bahwa harta bukanlah sebuah pilihan terbaik ketika aqidah harus dipertaruhkan.

Layaknya seorang pemuda bernama Uwais al-Qarni dengan keimanan, kecintaan dan kepatuhannya kepada Rasulullah dan ibunya. Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais? Bukanah Uwais yang kita kenal hanyalah seorang fakir yang tidak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari hanya sebagai pengembala domba dan unta?

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Tetapi ketika hari wafatmu engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya mausia-manusia asing yang tidak pernah kami lihat. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamanmu.

Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah di bawah naungan-Nya pada hari yang tiada naungan lain selain naungan-Nya, yaitu :
(1). Pemimpin yang adil dan jujur,
(2). Seorang lelaki betemu seorang perempuan cantik dan berpangkat lalu perempuan itu menawarkan dirinya kepada laki-laki tersebut dan laki-laki tersebut mengatakan :“Sesungguhya aku takut kepada Allah rabbul alamin”,
(3). Seseorang yang hatinya tertambat di masjid-masjid,
(4). Seseorang yang mempelajari al-Qur’an sejak muda dan terus dibacanya sampai tua,
(5). Seseorang yang merahasiakan sedekahnya sehingga apa yang diberikan oleh tangan kanannya tidak diketahui oleh tangan kirinya, (6). Seseorang yang ingat kepada Alah (dzikrullah) di tengah-tengah orang banyak sambil melelehkan air matanya karena takut kepada Allah,
(7). Seseorang bertemu orang lain lalu dia mengatakan: Aku mencintaimu karena Allah, yang disambut oleh temannya itu : Akupun
mencintaimu karena Allah”. (H.R. Baihaqi, 807). Hadis ini semakin mengatkan kaum muslimin bahwa seperti apa pun zaman yang sedang dilalui, harus tetap bertahan dan istiqomah dengan keislaman ini.

Hijrah, tidak harus merubah segalanya. Meskipun manusia adalah pemilik zaman, agar tidak tertinggal zaman manusia harus selalu update. Namun untuk apa berubah kalau malah menuju kepada kerusakan dan kemunduran.

Tuntunan hidup muslim sudah sangat jelas yaitu al-Qur’an dan hadis. Teladan terbaik manusia adalah pasti yaitu Rasulullah saw. Menjadi manusia yang tidak latah mengikuti perubahan, baper melihat kemaksiatan, salah mengartikan makna tren dan keren.

Tundukkan pandangan terhadap apa-apa yang tidak dihalalkan oleh agama, melangkah ke majelis ilmu, perbanyak berkumpul dengan orang-orang baik, majelis yang mengingatkan kepada kebaikan, meningkatkan keimanan dan bila perlu berupaya untuk menjadi agen perubahan. Tidak hanya bagi diri tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya.

Segala boleh berubah tetapi iman selamanya harus menetap di hati, kapan dan dimanapun juga. Berbuat banyak di atas keimanan maka akan menjadi makhluk ter keren di bumi ataupun di langit.***

ilustrasi
Sumbere: https://covid19.go.id/
Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved