Peluang Media Massa di Balik Kegamangan (Calon) Mahasiswa
Sejak sebulan lalu, keluarga yang punya anak di kelas tiga SMA/MAN, dibuat sibuk memikir-kan pilihan apa yang pas untuk anaknya di perguruan tinggi.
Betapa banyak media massa yang dikelola dengan sebatas hobi, daripada tak ada “gawe”.
Tidak banyak media massa yang dikelola secara profesional dan dengan karya jurnalistik yang berkualitas.
Membaca berita dengan bahasa yang kacau, sudah membuat kita tak ingin lagi membuka media daring tersebut. Seleksi alam tetap ada.
Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:

Pembaca yang cerdas pasti hanya akan membaca media massa yang bisa mencerdaskan pula.
Media massa yang mencerdaskan dalam karya-karya jurnalistiknya pasti banyak informasi yang bermakna, informasi yang menginspirasi, informasi yang memandu dan menjadi solusi dari persoalan masyarakat secara keseluruhan.
Media massa yang sensasional, yang menebarkan hoaks juga ada.
Akan tetapi, yang suka sensasional dan hoaks, lambat laun medianya akan kehilangan pembaca.
Gerakan literasi di mana-mana kini membuat masyarakat semakin cerdas, bisa menilai mana informasi yang berkualitas dan mana yang tidak berkualitas.
Peluang Media Massa
Kecenderungan pers/media massa sekarang –sejak era Orde Baru dan kemudian 22 tahun era Reformasi, kalau kita cermati masih berkutat soal kultur kebendaan, bukan kultur pendapat.
Coba lihat mulai dari kalangan elit, sampai kalangan bawah, rakyat di pedesaan, nilai sosial se-seorang masih diproyeksikan kepada kebendaan, kekayaan, dan kekuasaan.
Seseorang belum dihargai kalau tidak berpakaian yang baik, tidak memiliki rumah mewah, tidak memiliki mobil bagus.
Orang dihargai bukan karena pendapatnya bagus, berguna, dan bermanfaat, tetapi karena siapa yang mengatakan.
Bahkan, ahli jurnalistik Ashadi Siregar (1987) menemukan pula kecenderungan pers yang me-nitikberatkan beritanya pada pendapat-pedapat dari kalangan yang memiliki otoritas.
Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Yurnaldi2-Yurnaldi1-Yurnaldi.jpg)