Breaking News:

Cara Jafrizal Ketua PDHI Sumsel Memaknai Hari Telur Dunia 8 Oktober Silam, Ada Filosofinyaa

pe­ng­ge­mar telur di seluruh dunia telah memikirkan cara-cara kreatif baru untuk meng­­hor­­mati sumber tenaga nutrisi yang luar biasa unik ini.

Penulis: Salman Rasyidin | Editor: Refly Permana
dokumen pribadi
Dr. drh. Jafrizal, MM yang merupakan Ketua PDHI Sumsel 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sejak 25 tahun lalu, tepatnya tahun 1996, di Wina telah dideklarasikan Hari Telur Se­­dunia yang sampai sekarang dirayakan setiap tanggal 8 Oktober.

Sejak itu, pe­ng­ge­mar telur di seluruh dunia telah memikirkan cara-cara kreatif baru untuk meng­­hor­­mati sumber tenaga nutrisi yang luar biasa unik ini.

Keuniknya sebutir telur melahirkan  berbagai  filosofi yang bagus untuk di­ja­di­kan pela­jaran.

Satu butir telur memiliki makna keutuhan, keluarga besar yang u­tuh dan se­hat. 

Jika telur dipecahkan dengan kekuatan dari luar, maka akan mun­cul dua kon­­sekuensi, yakni kehidupan yang berada di dalamnya akan ikut ber­akhir (mati) dan bila diolah dengan baik akan menjadi manfaat bagi kehidupan.

Tapi, jika telur di­­pecahkan dengan kekuatan dari dalam, maka  akan muncul kehidupan baru yang le­bih dahsyat.

Hal ini memberikan pelajaran bagi kita bahwa segala sesuatu yang ber­asal dari luar bila kita tidak bisa mengelolanyanya dengan baik akan akan ber­bahaya.

Sebaliknya sesuatu yang hebat dan luar biasa akan selalu dimulai dari da­lam. 

Dari filosofi telur ini kita dapat mengambil hikmah bahwa  kekuatan dari dalam diri kita, lingkungan kita menjadi modal paling utama untuk lebih maju.

Selain itu a­las­an memilih tentang telur tentu saja telur merupakan sumber protein dan sumber eko­nomi yang memiliki backward linkage dan forward linkage.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved