Cara Jafrizal Ketua PDHI Sumsel Memaknai Hari Telur Dunia 8 Oktober Silam, Ada Filosofinyaa

pe­ng­ge­mar telur di seluruh dunia telah memikirkan cara-cara kreatif baru untuk meng­­hor­­mati sumber tenaga nutrisi yang luar biasa unik ini.

Penulis: Salman Rasyidin | Editor: Refly Permana
dokumen pribadi
Dr. drh. Jafrizal, MM yang merupakan Ketua PDHI Sumsel 

Program ini dapat dikombinasikan de­ngan program pengen­tasan kemiskinan yang lain.

Dengan program beternak ungags petelur, masyarakat dapat dengan mudah men­da­patkan akses untuk mengkonsumsi telur yang dihasilkan oleh ternaka mereka sen­diri.

Telur merupakan makanan kaya protein dan menjadi salah satu makanan pa­ling berguna bagi kesehatan.

Satu butir mengandung protein kurang lebih 6 gram.

Te­lur juga mengandung semua asam amino esensial dalam rasio yang te­pat, sehing­ga tubuh anak dilengkapi dengan protein yang bermanfaat sehingga telur dapat di­gu­nakan sebagai salah satu makanan untuk mengentaskan stunting dan mening­kat­kan kecerdasan.

Perlu juga diingat bahwa telur merupakan produk yang mudak ter­cemar dan rusak sehingga harus terjamin kesehatannya.

Jaminan Kesehatan Telur

Terkait keamanan dan kesehatan produk pangan asal hewan ini di Kota Pa­lem­bang telah ada aturan yakni Peraturan daerah No 2 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Di dalam peraturan ini telah di­atur bagaimana beternak yang baik dan menjaga kesehatan hewan dan produk ternaknya.

Khusus untuk peternak petelur,  telur dan olahannya merupakan ba­han pangan asal hewan bersifat mudah tercemar oleh mikroba yang me­nye­babkan bahan pangan asal ternak mudah rusak.

Hal inilah yang menjadi alasan me­ngapa kewajiban bagi peternakan dan usaha pengolahan wajib  memiliki Ser­tifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV).

Se­bagai bukti penjaminan kesehatan dari produk yang dihasilkan memenuhi kese­hat­an dan keamanan pangan yaitu Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).

Saat ini, hampir semua peternakan ayam petelur di Sumsel belum mengantungi ser­­tifikat NKV.

Salah satu syarat administrasi untuk mendapatkan NKV adalah memi­liki izin usaha.

Izin usaha  selama ini masih terhambat karena lokasi usaha peter­na­k­an tidak sesuai dengan peraturan tata ruang di daerah.

Umumnya usaha peternakan ber­ada dalam lokasi wilayah permukiman.

Berkenan  dengan per­izin­an tesebut me­ng­ingat Kota Palembang adalah Kota Metropolitan tentu saja usaha ter­sebut tidak dapat dilaksanakan dalam jangka panjang.

Akan tetapi bisa saja diberikan perizinan berjangka agar pengurusan masalah sertifikasi Nomor Kon­trol Veteriner dapat di­lak­­sanakan dengan persyaratan teknis yang ditentukan oleh pemerintah.

Dengan sta­tus Kota Metropolitan ke depan semua produk pangan a­sal hewan tidak hanya telur telah memiliki sertifikasi NKV dan sertifikat halal.

Harapan

Dengan peringatan hari telur dunia maka akan meningkatkan kesadaran akan pen­tingnya manfaat telur, mendorong mpengusahaan  ayam petelur. 

Dengan me­ngk­on­sum­si telur akan memberikan efek domino pada sektor yang memiliki ke­ter­kaitan ke belakan dan ke depan.

Diantaranya dapat menggerakan roda usaha peternakan dan membuka lapangan kerja, mengatasi pengangguran, mengurangi stunting dan mengentaskan ke­miskinan.

Semoga program beternak ayam petelur ala per­ko­taan akan menjadi salah satu alternatif pengentasan kemiskinan.

Program ini dapat dilaksanakan de­ngan kolaborasi semua pihak.  

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved