Mimbar Jumat
Perundungan dan Tradisi Pendidikan Islam
Terlepas dari simpang siur penyebab kematian santri tersebut, sebuah kenyataan bahwa adanya pola pendidikan yang mengedepankan unsur kekerasan fisik
Jika institusi pendidikan Islam justru menunjukkan fenomena pendidikan kekerasan, lalu seperti apa sebenarnya tuntunan ideal mendidik para pelajar dilihat dari sisi regulasi, konsep, dan tradisi pendidikan pesantren.
Pendidikan Islam: Regulasi, Konsep dan Tradisi
Mengacu pada regulasi pendidikan di Indonesia dalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, ditegaskan bahwa pesantren memiliki fungsi pendidikan.
Dengan demikian, penting bagi pesantren untuk memastikan bahwa setiap proses pembelajaran yang dilakukan di lingkungan pesantren itu ramah anak.
Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Bahkan Permendikbud nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan, meng-ingatkan bahwa semua tindak kekerasan yang dilakukan di sekolah dan antar sekolah, dapat dikategorikan sebagai kriminal dan secara psikologis sangat potensial menimbulkan trauma mendalam bagi peserta didik.
Dalam konsep pendidikan Islam, mendidik diartikan mengajarkan adab (ta’dib) selain mengajarkan pengetahuan dan keterampilan.
Lingkungan pendidikan Islam sangat sarat dengan nuansa saling menghargai, menghormati, peduli, menjaga adab dan seterusnya.
Bahkan hadits Nabi Muhammad SAW mengenai pentingnya orang muda menghormati orang tua dan orang tua menyayangi orang muda sangat populer di dalam tradisi pendidikan Islam sejak lama.
Istilah reward (hadiah) dan punishment (hukuman) merupakan hal biasa dalam teori pendidikan.
Santri yang menunjukkan sikap baik dan prestasi perlu diapresiasi dan diberi penghargaan, sebaliknya santri yang melanggar aturan perlu dihukum.
Namun bentuk hukuman dalam pendidikan tetap mengacu pada nilai-nilai pendidikan dan semangat humanistik.
Tidak ada teori pendidikan yang membenarkan perlakuan kekerasan fisik dan psikologis dalam mendidik.
Dalam teori pendidikan modern seperti neuroscience approach menegaskan bahwa proses pembelajaran akan lebih efektif jika dalam kondisi nyaman dan enjoy, sehingga proses memahami pengetahuan sulit tercapai dalam kondisi ter-tekan (under pressure).
Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:

Karena itu, peserta didik perlu dikondisikan (conditioning) dalam suasana belajar yang kondusif dan enjoy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/abdurrahmansyah1-abdurrahmansyah.jpg)