Breaking News:

Buya Menjawab

Anak-anak Ikut Sholat Berjamaah

Dalam sholat berjama’ah di masjid, banyak anak-anak yang ikut sholat berjama’ah, apakah mereka tidak memutuskan shaf?

Editor: Bejoroy
plus.google.com
Ilustrasi. 

Assalamu’alaikum.Wr.Wb.
BUYA, dalam sholat berjama’ah di masjid, banyak anak-anak yang ikut sholat berjama’ah, apakah mereka tidak memutuskan shaf? Bagaimana jalan keluarnya Buya, mohon penjelasannya. Terima kasih.
08316028xxxx

Baca juga: Tak Boleh Usir Anak Kecil dari Shaf Pertama Sholat Berjamaah, Ini Kata Buya Yahya, Perhatikan 4 Hal

Baca juga: Dorong Masyarakat Sholat Berjamaah, Masjid Al Munawwaroh Maskarebet Siapkan Imam Bersuara Merdu

Jawaban
Wassalau’alaikum.Wr.Wb.
Sholat di fardlukan Allah Swt kepada ummat Nabi Muhmmad Saw. Rasulullah saw. bersabda: "Telah berfirman Allah Swt. Aku telah mewajibkan kepada ummatmu sholat lima waktu, dan Aku berjanji kepada diriKu. Sesungguhnya barang siapa yang melaksanakan sholat itu tepat pada waktunya, akan Aku masukkan ke dalam surga. Dan barang siapa yang tidak menjaganya, maka tak ada ikatan janji lagi baginya terhadapKu." (HR.Ibnu Majah dari Abu qatadah)

Sholat adalah tiang agama yang harus benar-benar dijaga dan diperhatikan dengan seksama sebagaimana sabda Rosulullah SAW. "Sholat itu adalah tiang agama, siapa yang mendirikanya berarti ia telah mendirikan agamanya, dan siapa yang meninggalkannya, berarti ia telah meruntuhkan agamanya." {HR. Bukhori Muslim)

Disamping itu sholat juga sekaligus merupakan penentu baik buruknya amal-amal kita. Hal ini sesuai dengan hadits Rosulullah SAW.: “Dari Abu Hurairah ra. Berkata: Rasullah saw. Bersabda: Perbuatan manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat kelak adalah Sholatnya. Bila shalatnya baik, dia akan beruntung dan selamat. Akan tetapi, bila sholatnya tidak benar, dia akan gagal dan merugi. Jika ada yang kurang sedikit dari kewajiban yang dilakukannya, kelak Tuhan Yang Mahagagah dan Mahamulia akan berfirman: “(Wahai malaikat), perhatikanlah apakah hamba-Ku melakukan sholat sunnah sehingga dapat menyempurnakan kekurangganya dalam melakukan sholat wajib, kemudian semua amalnya akan dihisab dengan cara seperti ini.” (HR. Tirmizi, Hadist Hasan)

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Sejak isra’ Miraj, shalat diwajibkan sebanyak lima waktu dan dilakukan secarah berjamaah.
Bila diperhatikan dalil-dalil diatas, bahwa sebenarnya pelaksanaan sholat lima waktu ini untuk semua orang, hanya saja yang diwajibkan adalah mereka yang sudah baligh dan berakal, laki-laki dan perempuan, namun sebagai proses latihan dan pembelajaran, anak-anak harus juga dibiasakan sebagai mana hadist nabi saw:

Abu Daud (no. 495) dan Ahmad (6650) telah meriwayatkan dari Amr bin Syu'aib, dari bapaknya dari kakeknya, dia berkata, "Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda. "Perintahkan anak-anak kalian untuk melakukan shalat saat usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka saat usia sepuluh tahun. Dan pisahkan tempat tidur mereka." (HR.Abu Daud,Ahmad)

Menurut Imam Hambali memerintahkan anak sholat di saat usianya 7 (tujuh) tahun itu adalah ke masjid, karena kalau di rumah sudah harus lebih awal lagi dan ketika usianya tujuh tahun dia sudah mumayyiz (sudah tahu yang baik dan buruknya) dan dia sudah bisa menahan diri untuk tidak bermain-main dan tidak pindah-pindah sehingga memutuskan shaf orang lain serta mengganggunya.

Pelaksana shalat ini seharusnya berjamaah, sebagaimana firman Allah, surat An-Nisa 102. “Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu], dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu.”

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved