Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Moeldoko Ungkap Persoalan Covid di Indonesia Bak Balon, Pencet Sini Muncul Problem di Sana

Kami membuka kantor KSP selebar-lebarnya agar terjadi komunikasi yang baik antara masyarakat dan kantor kepresidenan.

Editor: Soegeng Haryadi
ISTIMEWA
Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko. 

KEPALA Staf Kepresidenan Moeldoko bercerita peran Kantor Staf Presiden (KSP) dalam penanganan pandemi virus Corona atau Covid-19. Moeldoko menerangkan tugas pertama KSP adalah memastikan bahwa program atau Proyek Strategis Nasional tersampaikan dengan baik ke masyarakat.

Saat berdialog dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra yang diikuti para Pemimpin Redaksi Jaringan Tribun Network, Moeldoko menyatakan tidak mudah menyampaikan informasi ke masyarakat, karena bisa saja jadi bias ketika ada hoaks di dunia maya. Berikut petikan wawancaranya.

*****

Apa peran KSP terkait upaya pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19?
Secara umum, tugas pertama memastikan bahwa program atau Proyek Strategis Nasional tersampaikan dengan baik. Kalau ada hambatan di lapangan, kita yang membantu menyelesaikan. Misal persoalan tanah, atau persoalan lintas koordinasi antar kementerian dan kelembagaan kita ikut membantu. Sehingga bisa berjalan sesuai.

Berikutnya komunikasi politik dan publik, supaya masyarakat memahami. Karena disinformasi sungguh luar biasa. Berita yang salah berulang-ulang jadi seolah benar. Tugas kami meluruskannya.
Tugas lain gimana persoalan komunikasi, itu mudah diucapkan tapi tidak mudah dilakukan.

Baca juga: Moeldoko Soal Tuduhan Bisnis Ivermectin: Sudah Resiko Digebuki ICW Tapi Masalahnya Salah Gebuk

Pak Jokowi punya program tentang bagaimana gaya bekerja dengan pendekatan melayani. Pak Presiden concern bagaimana birokrasi bisa melayani.

Kami membuka kantor KSP selebar-lebarnya agar terjadi komunikasi yang baik antara masyarakat dan kantor kepresidenan. Biasanya komunitas, asosiasi datang ke kantor kami.

Mereka menyampaikan keluhan, kadang marah di sini, kami mendengarkan saja. Karena KSP tempat terakhir pengaduan. Setidaknya kami menyampaikan kepada lembaga terkait.

Itu lah peran-peran yang kami jalankan. Bagaimana kami ingin mendekatkan masyarakat dengan Istana. Apa yang saya dengarkan, catat, kalau Presiden perlu mendengarkan, kami sampaikan.

Kabinet kita dinilai tidak kompak menghadapi Covid-19?
Sebenarnya bukan itu. Kalau soal penanganan Covid itu, hampir tiap Minggu 2-3 kali Presiden rapat terbatas. Memonitor dan evaluasi langkah menteri. Lalu Presiden membuat keputusan. Itu langsung presiden. Kenapa tidak mudah dipahami, bahwa persoalan Covid semua kepala negara tidak ada yang siap.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved