Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Moeldoko Ungkap Persoalan Covid di Indonesia Bak Balon, Pencet Sini Muncul Problem di Sana

Kami membuka kantor KSP selebar-lebarnya agar terjadi komunikasi yang baik antara masyarakat dan kantor kepresidenan.

Editor: Soegeng Haryadi
ISTIMEWA
Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko. 

Sehingga memang orang di luar melihatnya seolah penanganan tidak terkoordinasi dan harmonis. Covid ini persoalan kayak balon, pencet di sini problem di sana. Negara kita luas, mobilitas tinggi. Tidak bisa kita apple to apple dengan Singapura.

Kelompok menengah ke atas mungkin oke, tapi masyarakat di bawah kalau ditutup bagaimana. Ini memang problema tidak mudah. Karena itu presiden mengambil jalan tengah. Begitu Covid naik, ekonomi direm.

Kenapa Presiden sidak langsung ke apotek?
Itu seorang panglima. Harus memastikan bahwa apa yang terjadi di lapangan benar-benar diketahui dengan baik. Untuk memastikan berjalan di bawah. Biasanya orang ada tipe-tipe Kodamar, Komando dari kamar. Pak Presiden paham betul persoalan di lapangan. Dibawa ke meja rapat terbatas.

Hasilnya apa ada impactnya?
Ada keluhan PB Pharmacy, kami kesulitan impor obat. Karena persoalan transportasi. Karena ada pembatasan. Apa yang dilakukan presiden, Panglima TNI siapkan transportasi udara. Karena presiden paham betul di lapangan tidak obat. Kalau Presiden tidak tahu situasi belum tentu kan.

Ada orang ambil keuntungan, penimbunan bahkan jual harga tinggi apa solusinya?
Pendekatan law enforcement, kepolisian sudah membentuk gugus tugas untuk mengecek di lapangan. Yang menimbun ditindak. Kita mengenali persoalan, dilema di lapangan. Ini sudah dibahas sidang kabinet.

Harga Eceran Tertinggi. Begitu ditemukan, distributor ada dua pilihan, jual murah rugi, kalau tidak dijual murah, barang akan lumpuh. Sehingga obat dikembalikan. Untuk itu presiden sudah menegaskan, hati-hati operasi untuk melihat di lapangan supaya betul-betul tidak merusak rantai distribusi.

Presiden mengingatkan hati-hati ke apotek, mulai gerah karena banyak sekali melakukan operasi dari BP POM, aparat keamanan, sehingga apotek-apotek pada gelisah. Ini dibahas dengan baik di ratas. Yang ingin kita jalankan adalah bagaimana situasi ini tidak digunakan untuk menguntungkan diri sendiri. Kalau masih ada yang bandel apa boleh buat.

Varian baru Delta, pemerintah melarang orang mudik, apa di kabinet terjadi tarik menarik terkait PPKM?
Bukan tarik menarik. Kita melihat perkembangan day by day tentang grafik. Jadi begitu kita naik, kebijakan PPKM Darurat. Padahal case sudah naik, kalau tidak melakukan sesuatu. Kebijakan untuk covid ini memang sebuah dilema yang tidak mudah untuk siapapun. Bukan hanya untuk pemerintah, tapi juga untuk masyarakat.

Jawa-Bali kenapa diserahkan ke Menko Marves?
Sebenarnya begini, secara nasional kan sudah ditutup. Ujug-ujug ada case baru situasi yang mengkhawatirkan di Jawa. Sama di Militer begitu, ketika operasi ada case, langsung membuat task force baru untuk mengatasi case. Sama.

Pak Luhut pernah memegang itu. Sehingga akan lebih mudah karena beliau secara substansi memahami perkembangan covid, secara komando beliau juga punya pengalaman matang untuk pengendalian. (tribun network/denis destryawan)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved