Virus Corona di Sumsel

Pemprov Sumsel Terima Bantuan Oksigen 1.000 Ton, Permintaan Oksigen Melonjak 300 Persen

tingginya permintaan masyarakat terhadap oksigen yang meningkat hingga 300 persen sehingga membuat stok di pasaran menipis.

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Yandi Triansyah
Humas Pemprov Sumsel
Herman Deru secara simbolis menerima CSR liquid oksigen di Polda Sumsel, Senin (12/7/2021). 

Sementara itu, Dinas Kesehatan Sumsel mencatat kebutuhan oksigen di Bumi Sriwijaya meningkat dua kali lipat dalam dua pekan terakhir.

Hal ini merupakan implikasi kenaikan kasus COVID-19 di Sumsel. Padahal sebelumnya kebutuhan oksigen sebelumnya mencapai 12 hingga 15 ton per hari.

"Secara umum produksi oksigen di Sumsel mencukupi kebutuhan di dalam provinsi kita," kata Kepala Dinkes Sumsel, Lesty Nurainy.

Ia menerangkan, Sumsel memiliki empat perusahaan yang memproduksi oksigen, yakni PT Ligasin, PT Samator, PT Pupuk Sriwidjaja, dan PT OKI Pulp.

Produksi oksigen dari empat produsen itu mencapai 100 ton per hari, dengan kebutuhan satu pasien mencapai satu tabung berukuran sekitar enam kubik.

Kecenderungan naiknya permintaan oksigen di Sumsel sudah diakui PT Ligasin dan PT Samator dari beberapa rumah sakit di Sumsel.

Pihaknya meminta kepada masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan agar dapat mencegah penularan lebih tinggi.

"Bisa jadi kalau pasien terus naik, kebutuhan oksigen kita juga akan meningkat. Karena kita takutkan nantinya banyak pasien dengan komorbit yang dirawat. Otomatis yang memiliki komorbit membutuhkan oksigen yang banyak juga," tuturnya. (Oca)

HD Mengapresiasi Langkah Kapolda Ikut Adil dalam Kebutuhan Oksigen, OKI Pulp and Paper Mills Peduli

Kasus Covid-19 di Palembang Meningkat, Pasien Isolasi Mandiri Buru Tabung Oksigen Tapi Stok Habis

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved