Virus Corona di Sumsel
Pemprov Sumsel Terima Bantuan Oksigen 1.000 Ton, Permintaan Oksigen Melonjak 300 Persen
tingginya permintaan masyarakat terhadap oksigen yang meningkat hingga 300 persen sehingga membuat stok di pasaran menipis.
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Yandi Triansyah
Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov Sumsel) menerima bantuan sebanyak 1.000 ton oksigen perbulan untuk penanganan pasien Covid-19 dari PT OKI Pulp & Paper Mills, produsen bubur kertas milik APP Sinar Mas.
Gubernur Sumsel, Herman Deru mengaku sangat mengapresiasi APP Sinar Mas yang telah berpartisipasi meringankan beban pemerintah dalam menanggani pasien Covid-19 di Sumatera Selatan.
Deru menilai, penyerahan oksigen sebagai gerakan sosial yang sangat diharapkan, apalagi kasus terkonfirmasi positif Covid-19 meningkat pada triwulan kedua tahun.
"Saya sangat mengapresiasi di masa sulit ini APP Sinar Mas masih bisa berbagi untuk penanganan pasien Covid-19 di Sumsel," ujarnya usai secara simbolis menerima CSR liquid oksigen di Polda Sumsel, Senin (12/7/2021).
Menurutnya, kondisi saat ini telah berdampak pada tingginya permintaan masyarakat terhadap oksigen yang meningkat hingga 300 persen sehingga membuat stok di pasaran menipis.
Berkat adanya sokongan ketersediaan oksigen ini, setidaknya situasi dan kondisi bisa terjaga dalam beberapa bulan ke depan.
"Pasokan oksigen ini sangat membantu, apalagi kebutuhan oksigen terus melonjak. Seiring meningkatnya kasus Covid-19 di Sumsel," jelas Deru.
Vice Director PT OKI Pulp & Paper Mills, Gadang Hartawan, mengatakan, pihaknya telah mengoptimalisasi proses produksi pulp untuk penyediaan oksigen cair bagi pasien Covid-19 di rumah sakit.
Setelah optimalisasi ini pihaknya mampu memasok 1.000 ton oksigen cair untuk pasien yang membutuhkan.
Ia menjelaskan, selama ini perusahaan menggunakan oksigen untuk proses oksidasi getah kayu sehingga bisa menghasilkan serat putih.
Kendati demikian, ia memastikan distribusi oksigen tersebut tidak berpengaruh terhadap produksi pabrik di Sungai Baung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tersebut.
" Untuk penanganan pandemi ini, pabrik di Jambi dan Riau masing-masing suplai 100 ton, sehingga total kami mampu pasok 1.200 ton oksigen cair per bulan,” terangnya.
Distribusi oksigen yang merupakan bagian dari program CSR perusahaan tersebut ditujukan untuk rumah sakit di Sumsel yang kekurangan pasokan.
Selain itu, pihaknya pun menyalurkan oksigen cair untuk Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/stok-oksigen-aman-di-sumsel.jpg)