Breaking News:

Berita OKI

Curah Hujan Mulai Berkurang, Status Darurat Karhutlah: 3 Titik Api di OKI Baru Terpantau

Sedangkan puncak musim kemarau diperkirakan akan terjadi mulai Agustus hingga September mendatang.

TRIBUNSUMSEL.COM/NANDO
Petugas Manggala Agni sedang memantau kondisi di hutan rawa daerah Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir. 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Hotspot di wilayah Ogan Komering Ilir terpantau pada Sabtu (5/6/2021) lalu, sebanyak 3 titik yang tersebar di lahan terbuka tepatnya di Kecamatan Tulung Selapan.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Kepala Daops Manggala Agni XVII/OKI, Candra Irfansyah dari pengecekan yang dilakukan petugasnya dari areal terbuka bekas penebangan.

"Kobaran api yang terjadi waktu itu dengan cepat dipadamkan, dan hingga kini petugas masih stand by di wilayah Tulung Selapan," jelasnya saat dihubungi, Selasa (8/6/2021) sore.

Baca juga: Dua Perampok di Pampangan OKI Ditangkap Polisi, Saat Beraksi Oleskan Balsem ke Wajah Korban

Baca juga: Kapal Hantu Kandas di Tulung Selapan OKI, Petugas Temukan Jeriken Kosong, Pelaku Ngumpet di Hutan

Sementara itu, tepat kemarin siang sempat terjadi pula kebakaran di Desa Sungai Bungin Kecamatan Pangkalan Lampam di mana lokasinya merupakan tanah rawa.

"Sesampainya petugas di sana, api yang berkobar sudah padam dengan sendirinya (didukung turunnya hujan gerimis)," terangnya.

Untuk saat ini kondisi cuaca sudah masuk musim kemarau, dengan alasan curah hujan sudah mulai berkurang hingga September nanti dan telah berstatus darurat karhutlah.

Sedangkan puncak musim kemarau diperkirakan akan terjadi mulai Agustus hingga September mendatang.

"Musim kemarau di tahun ini tingkat kemaraunya masih normal, walaupun diprediksi kemaraunya lebih kering dari tahun 2020 lalu," bebernya.

"Tapi kita semua berharap ini tidak akan terjadi," tambahnya.

Baca juga: Berhasil Turunkan Angka Prevalensi Stunting, Intip Program yang Diterapkan Pemkab OKI

Baca juga: Cita-cita Terakhir Ayah Ria Ricis Bikin Oki Setiana Dewi Sedih, Beri Tugas Berat untuk Putrinya,Apa?

Dikonfirmasi secara terpisah, Kasi Penanggulangan Bencana dan Logistik BPBD OKI, Fahrul Husni mengakui sekarang petugas sudah diturunkan untuk memantau kondisi gambut.  

Di sana juga dibentuk masyarakat peduli api.

Berharap tahun ini gambut tidak terbakar dengan antisipasi sejak dini. 

"Tidak dapat dipungkiri memang kondisi saat ini sangat terik untuk itu petugas lapangan semaksimal mungkin melakukan patroli terpadu," ujar Fahrul. (Nando/TS)

Editor: RM. Resha A.U
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved