Breaking News:

Berita OKI

Berhasil Turunkan Angka Prevalensi Stunting, Intip Program yang Diterapkan Pemkab OKI

"Dengan pencapaian yang baik ini, mungkin saja kita nanti menjadi percontohan untuk percepatan penurunan angka stunting ini," ujarnya.

Editor: RM. Resha A.U
TRIBUNSUMSEL.COM/NANDO
Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar SE. 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Berkat kinerja yang dilakukan secara terus menerus dari tahun ke tahun, pemerintah daerah Ogan Komering Ilir (OKI) berhasil menurunkan angka stunting.

Berbagai strategi dilakukan untuk menekan angka prevalensi stunting, yang mana pencapaian ini tak luput dari kerja sama semua pihak yang fokus untuk melakukan sejumlah terobosan terkait dengan hal tersebut.

Bupati OKI, H. Iskandar, S.E mengungkapkan masalah stunting tak hanya menjadi fokus pemerintah daerah namun juga penurunan angka stunting menjadi salah satu target nasional.

Baca juga: Pelaku Pembacokan di SP Padang OKI Ditangkap di Masjid di Jakarta Timur, Polisi Amankan Golok

Baca juga: Tawarkan Pesta Asusila, Pasutri Asal OKI Dijatuhkan Hukuman 2 Tahun Penjara oleh Kejari Palembang

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kita berhasil menurunkan angka stunting di kabupaten OKI. Bahkan angkanya sudah sangat menurun," ucapnya, Minggu (6/6/2021).

Adapun langkah khusus yang diambil Pemerintah daerah OKI untuk menekan angka tersebut.

Selain menumbuhkan kesadaran pentingnya kesehatan di masyarakat, Iskandar juga memanfaatkan sumber daya manusia (SDM) dan perkembangan teknologi.

"Dengan pencapaian yang baik ini, mungkin saja kita nanti menjadi percontohan untuk percepatan penurunan angka stunting ini," ujarnya.

Menurut Iskandar, penyebab tingginya angka stunting yaitu minimnya kesadaran ibu akan pentingnya pertumbuhan bayi sejak dari rahim atau janin.

Baca juga: Gagal Berangkat Haji Tahun Ini, Kemenag OKI : Pasti Ada Hikmahnya

Baca juga: Panduan Saat Jembatan Ogan 3 Ditutup Per 3 Juni 2021 untuk Pengendara dari OKI, Palembang, Banyuasin

"Pertama kita tumbuhkan kesadaran pola hidup yang sehat, termasuk juga pola makan,  dan pola kebersihan termasuk sanitasi,"

"Selanjutnya, melalui petugas terkait, kita beri penyuluhan-penyuluhan yang intensif kepada masyarakat betapa pentingnya ibu hamil mengkonsumsi vitamin dan gizi, supaya pertumbuhan anaknya baik hingga di usia 1.000 hari," jelas Iskandar.

Sambungnya, pemanfaatan SDM serta kemajuan digital dinilai cukup signifikan membantu percepatan pengumpulan database ibu hamil yang menjadi fokus program sehingga angka kematian ibu bisa terdeteksi sedini mungkin.

"Petugas melakukan jemput bola terhadap ibu-ibu hamil yang ada di wilayah-wilayahnya, lalu dimasukkan ke dalam database,"

"Kita mempunyai 18.000 lebih ibu hamil, dimana hanya ada 260 ibu hamil yang bermasalah. Target kita ialah meningkatkan kesehatan ibu hamil dan janinnya," pungkasnya. (Nando/TS)

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved