Opini Hari Lansia 29 Mei
Di Ambang Pintu Aging: Kabar Bak atau Buruk?
Sensus Penduduk (SP) menyingkap wajah kependudukan Indonesia. Dari sisi jumlah dan laju pertumbuhan, hingga perubahan struktur demografis.
Berdasarkan data Susenas Maret 2020, 48,14% lansia di Indonesia memiliki keluhan kesehatan selama sebulan terakhir.
Menunjukkan bahwa lansia rentan menjadi kurang produktif bahkan berisiko kehilangan pendapatan.
Longevity Dividend
Jika tangguh, sehat dan tetap produktif, peningkatan penduduk lansia sesungguhnya berpotensi memberikan benefit.
Salah satunya adalah bonus demografi kedua.
Terkait bonus demografi, pembahasannya saat ini lebih ditujukan pada bonus demografi pertama.
Bonus ini dimaknai sebagai potensi ekonomi yang muncul saat struktur kependudukan didominasi penduduk usia produktif (15-64 tahun) dan persentase tanggungan tua dan muda menurun.
Sehubungan bonus demografi pertama, pemerhati masalah kependudukan sering menghubungkannya dengan istilah window of opportunity atau jendela peluang.
Ini adalah suatu masa ketika angka ketergantungan berada di titik terendah.
Momentum ini hanya terjadi dalam waktu singkat dan menghadirkan dua pilihan: digenggam untuk dimanfaatkan secara maksimal atau hilang.
Saat penduduk usia produktif berlimpah, ekonomi diharapkan makin menggeliat.
Akibatnya, pendapatan per kapita pun meningkat.
Demikian juga penerimaan pajak pemerintah sebagai akibat dari peningkatan aktivitas ekonomi tersebut.
Tentu saja, bonus ini tidak muncul secara otomatis.
Karunia ini hadir jika limpahan penduduk produktif dimanfaatkan secara maksimal dalam kegiatan ekonomi dan investasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/marpaleni-bps.jpg)