Virus Corona

Prof Yuwono Ungkap Tsunami Covid-19 India tak akan Terjadi di Indonesia : Faktor Genetik Pembedanya

Tsunami Covid-19 di India menjadi cerminan yang besar agar tidak terjadi juga di Indonesia.

Penulis: maya citra rosa | Editor: Yandi Triansyah
Money SHARMA / AFP
India semakin kewalahan menangani pandemi Virus Corona. Mayat dibakar secara massal. Seorang ibu membawa jasad anaknya menggunakan becak. Jenazah ibu tergeletak di pinggir jalan. Foto: seorang kerabat melakukan ritual terakhir dari korban yang meninggal karena virus Corona Covid-19 di tempat kremasi di New Delhi pada 26 April 2021. 

Prof Yuwono juga menanggapi kasus tingginya angka kematian di Indonesia, menurut Prof Yuwono data persentase yang menunjukkan Sumsel paling tinggi nomor tiga, hal ini tidak bisa disamakan dengan wilayah di pulau Jawa.

Jumlah pendudukan dan perlakuan yang diberikan pemerintah ke daerah di Sumatera harus berbeda dengan Jawa.

Hal ini juga mempengaruhi perhitungan kasus meninggal yang tidak sepadan angka konfirmasi di Sumsel.

"Tingkat kematian tertinggi ke 3 di Indonesia, data meninggal 4,8 persen di Sumsel. Tapi presentase nya tidak bisa disamakan dengan Jawa," ujarnya.

Dia juga menganggap bahwa Dinkes Sumsel masih kurang sigap dalam melakukan pemeriksaan Covid-19.

Dimana seharusnya dengan alat PCR yang banyak, Sumsel harus dapat menembus angka 1.000 pemeriksaan per hari.

Dirinya berharap agar pemeriksaan Covid-19 terus ditingkatkan dengan tersedianya fasilitas PCR yang memadai di Sumsel.

Lagi Tidur Pulas, Pembunuh Kakak Kandung di Muaraenim Ditangkap, Dipicu soal Sepele

Satu Kasus Baru & Dua Hasil Tracing Tambahan Kasus Covid-19, Update Virus Corona di Pagaralam 5 Mei

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved