Amalan Akhir Bulan Ramadan yang Dilakukan Nabi Muhammad SAW, Rutin Kencangkan Kain Sarung Saat Malam
Sebelum bulan penuh berkah ini berakhir, ada beberapa amalan yang masih bisa kita lakukan untuk menambah pahala di bulan puasa.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Jumat terakhir di bulan Ramadan 25 Ramadan 1442 Hijriyah baru saja berakhir kemarin, 7 Mei 2021.
Ramadan sudah semakin mendekati akhir dan umat muslim di dunia sebentar lagi akan merayakan hari kemenangan, yakni lebaran Idul Fitri.
Sebelum bulan penuh berkah ini berakhir, ada beberapa amalan yang masih bisa kita lakukan untuk menambah pahala di bulan puasa.
Ketua Ikatan Sarjana Quran/ISQI Sumsel, Ustaz H Masagus A Fauzan Yayan SQ, mengatakan amalan yang bisa dilakukan di akhir ramadan salah satunya dengan beritikaf di masjid.
• Prof Yuwono Ungkap Tsunami Covid-19 India tak akan Terjadi di Indonesia : Faktor Genetik Pembedanya
“Nabi Muhammad SAW, sejak hijrah ke Madinah sampai beliau meninggal, itu tidak pernah meninggalkan itikaf di sepuluh malam terakhir ramadan.
Jadi itu dalam rangka mengejar keutamaan malam lailatul qadr,” kata Yayan saat dibincangi melalui sambungan telepon, Jumat (7/5/2021).
Amalan di akhir bulan puasa agar bisa mendapatkan pahala di bulan ramadan antara lain menghidupkan malam.
“Rasulullah, bagaimana diriwiyatkan dalam haditz, membangunkan keluarganya, kemudian mengencangkan kain sarungnya jadi maksudnya memperbanyak salat malam, ibadah, bermunajat kepada Allah SWT,” ujarnya.
• Materi Tes Alih Status Pegawai KPK Diduga Lecehkan Perempuan
Kemudian yang kedua, lebih banyak berdoa, bermunajat kepada Allah SWT apa yang menjadi hajat minta kepada Allah SWT di sepuluh malam terakhir
“Insya Allah diijabah oleh Allah SWT dan juga kita juga harus meningkatkan habluminannas jadi yang istilahnya yang mempunyai kewajiban mengeluarkan zakat silahkan keluarkan, yang punya kelebihan harta bisa menambahkan dengan infaq dan sedekah,” jelas Yayan.
Yayan mengatakan saat Ramadan Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang dermawan.
“Disini maksudnya, kita ini kan hidup bermasyarakat setelah mendapat rejeki lebih atau THR apa salahnya bagi bagi rejeki dengan kerabat, ini supaya aman, tentram.
Biasanya mau lebaran yang nganggur atau gak punya pemasukan mereka merasa tersingkirkan atau sedih jadi disitulah kita perbanyak dengan amalan zakat, infaq dan sedekah,” ujarnya.
• Punya Anak Sudah Jadi Artis, Ternyata Begini Kondisi Warung Sembako Ibu Kandung Betrand Peto di NTT
Diakhir Ramadan juga, Nabi Muhammad SAW meningkatkan ibadahnya.
“Diceritakan kan bahwa beliau Rasulullah SAW itu kakinya bengkak bengkak karena seringngya beribadah, salat, lama berdiri.
Kebetulan tahun ini juga gak ada mudik kan jadi bisa lebih khusyuk lagi dalam beribadah,” katanya.