Ramadhan
30 Hari Ramadhan Rahmat & Ampunan
Bulan Ramadhan itu terbagi tiga ”Permulaan Bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya ampunan, sedang akhirnya adalah pembebas dari api neraka
Oleh : Dra. Hj. Sumiati, M.Pd.I
Guru SMA Muhammadiyah 1 Palembang
Bulan Ramadhan sudah kita jalani lebih dari 10 hari, kadang kita mendengar lewat Radio atau majelis Ta’lim di masjid-masjid, musholla dan tempat-tempat lainnya, bahwa ada hadits Bulan Ramadhan itu terbagi tiga yakni ”Permulaan Bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya ampunan, sedang akhirnya adalah pembebas dari api neraka”.
Hadirin atau pendengarpun “manggut-manggut”.
Entah itu tanda setuju, tanda mengerti atau apalah.
Saya berkeyakinan bahwa hadits ini begitu akrab di telinga umat Islam Indonesia, khususnya saat Ramadhan menjelang tiba.
Uraian ini saya kutip dari buku “Pedoman Praktis Ilmu Hadits”, hal. 68-75 karya Ustaz Dr.H. Adi Hidayat, LC.,MA terbitan Quantum Akhyar Institut cetakan Pertama 2016.
Kutipan hadits tersebut sebagai berikut :
“Kualitas hadits tersebut sesungguhnya amat perlu dicermati karena sementara pakar menilainya sebagai hadits yang tak layak dijadikan acuan.
Untuk itu, penulis akan mengajak pembaca menelusuri otentisitas hadits dimaksud dan meneliti secara ilmiah kualitasnya dari segi sanad (matan).
Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani menulis dalam Silsilatul Ahadits ad-Dha'ifah wal Maudhu'ah bahwa hadits kita kaji ini diriwayatkan oleh al-Uqaili dalam kitabnya ad-Dhu'afa (172), ibnu 'Adi (l/1,65), al-Khatib al-Baghdadi dalam al-Muwaddhih (lI/ 7), ad-Dailami (I/10-11) dan ibnu Asakir (VIII/506).
Sementara rangkaian sanadnya ialah:
Salam bin Sawar, dari Maslamah bin as-Shalt, dari az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, dari Nabi Saw.
Berikut penulis tampilkan rangkaian sanad dan matan hadits ini seperti ditulis al-Uqaili dalam ad-Dhu'afa:
“Telah mengatakan kepada kami Hisyam bin Amr, ia berkata;
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/sumiati.jpg)