Korupsi Politik
Korupsi Politik Mendegradasi Etika Pemerintahan Di Daerah
Ada banyak hal yang menyebabkan terdegradasinya etika pemerintahan di daerah, salah satu diantaranya adalah perilaku korupsi
Jadi, korupsi politik adalah perilaku pejabat yang menyimpang dari kewenangan resmi.
Dalam perspektif ini, korupsi politik sangat erat kaitannya dengan proses pemilihan kepala daerah, misalnya pemilihan dengan biaya politik yang mahal dan hanya dengan kekuatan uang yang dapat memenangkan persaingan.
Para kepala daerah terpilih akan dipaksa untuk mengumpulkan kekuatan uang tidak hanya untuk mengembalikan modal tetapi juga akan berusaha meraup uang untuk kepentingan investasi politik di masa depan.
Mereka mendapatkan keuntungan finansial dari komisi proyek, izin, dan pengurangan dari kegiatan biaya operasional, atau hasil rekayasa biaya lainnya.
Pejabat publik dalam melakukan perilaku korupsi politik didukung oleh orang-orang di sekitarnya baik dari internal maupun eksternal di pemerintahan.
Mereka dapat memanfaatkan kekuatan potensial untuk meraup keuntungan finansial bagi diri atau kelompoknya.
Faktor lainnya adalah hasil kolusi birokrasi dan kepala daerah.
Di daerah kewenangan birokrasi ada di bawah kepala daerah.
Kepala daerah adalah pejabat pembina kepegawaian di daerah yang berhak memindahkan, memutasikan mengangkat dalam jabatan, memberhentikan aparatur di daerah dll.
Sebagai eksekutif, aparatur birokrasi harus setia kepada kepala daerah.
Yang dimaksud dengan loyalitas adalah mampu menjalankan semua perintah baik secara resmi sesuai kewenangannya, maupun instruksi lain sebagai tugas tambahan dari atasan.
Faktor lain yang juga memperkuat asumsi bahwa korupsi mendegradasi etika pemerintahan adalah adanya “unsur pemaksa”.
Kenyataan menunjukkan bahwa korupsi yang merajalela karena pemaksaan oleh struktur sosial.
Pejabat publik tidak bisa menghindar dari tekanan internal maupun ekternal yang secara langsung atau tidak langsung mendorongnya untuk melakukan korupsi.
“Unsur pemaksa” ini bekerja sistematis di ranah psikis dan mental pejabat publik sehingga perlahan akan menuntun nya melakukan perilaku korupsi tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/dr-abdul-najib-fisip.jpg)