Korupsi Politik
Korupsi Politik Mendegradasi Etika Pemerintahan Di Daerah
Ada banyak hal yang menyebabkan terdegradasinya etika pemerintahan di daerah, salah satu diantaranya adalah perilaku korupsi
Etika pemerintahan diartikan sebagai suatu ukuran kepatutan atau keutamaan dalam penyelenggaraan pemerintahan, termasuk kepatutan perilaku dan tindakan aparat dan lembaga pemerintahan (Hamdi, 2002).
Etika pemerintahan diintroduksi untuk melindungi kepentingan publik dari penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan para pejabat dalam lembaga-lembaga pemerintahan. Inilah tujuan pokok etika pemerintahan dihadirkan (Saefullah, Djaja, 2006).
Korupsi Politik di Daerah
Korupsi merupakan masalah moral dan hukum yang tidak hanya menimbulkan kerugian finansial tetapi juga kerusakan pada semua aspek kehidupan masyarakat, termasuk kehidupan sosial, budaya, ekonomi dan politik.
Pertanyaan yang paling sering muncul adalah Korupsi macam apa yang kita coba cegah dan memberantas?.
Dalam tulisan ini dititikberatkan pada korupsi politik di daerah.
Korupsi politik dalam perspektif institusional merupakan tindakan yang menyimpang dari tugas-tugas peran publik yang formal untuk memperoleh uang atau kekayaan pribadi (perseroangan, keluarga dekat, dan kelompok pribadi) dengan cara yang melanggar peraturan dari orang-orang dalam jabatan tertentu yang dapat mempengaruhi (Sinaga, FA.2019).
Bentuk-bentuk korupsi politik terdiri dari penyuapan terhadap panjangnya prosedur dan antrian pelayanan publik, penyuapan terhadap pengawasan birokrasi publik, dan penyuapan untuk meningkatkan kekuasaan ekonomi.
Selain itu, menjajakan pengaruh pejabat publik untuk menjamin pelaksanaan pertukaran korupsi dari orang yang memberi suap, pembelian suara untuk mempertahankan kekuasaan partai politik, nepotisme atau patronage untuk mendapatkan pekerjaan tertentu, dan korupsi pembiayaan partai politik.
Korupsi pembiayaan partai politik menjadi dampak tingginya biaya politik dalam pemilihan kepala daerah. Dari berbagai referensi, banyaknya kasus tindak pidana korupsi politik inilah yang mendominasi terjadinya degradasi etika pemerintahan di daerah.
Untuk mengatasi korupsi politik, pemerintah telah melakukan banyak hal seperti reformasi birokrasi, revolusi mental, kampanye antikorupsi, peningkatan kesejahteraan pegawai, peningkatan pengawasan, peningkatan karakter moral pejabat, penegakan hukum kepada pelaku korupsi, dll.
Namun upaya tersebut tidak mampu mengurangi minat pejabat publik untuk melakukan perilaku korupsi.
Korupsi politik masih sulit diatasi karena masalah struktural.
Korupsi politik adalah penggunaan kekuasaan oleh pejabat pemerintah untuk keuntungan pribadi yang tidak sah.
Atau, korupsi politik berarti penyalahgunaan kekuasaan politik oleh para pemimpin pemerintah untuk mengekstraksi dan mengakumulasi kegiatan dan kebijakan untuk pengayaan pribadi dan menggunakan cara-cara yang korup secara politik untuk mempertahankan kekuasaan mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/dr-abdul-najib-fisip.jpg)