Breaking News:

Apa Itu Enzim Tripsin Babi, Ramai Dikaitkan dengan Vaksin AstraZeneca, Ini Penjelasan Ahli!

Namun sebenarnya vaksin itu sendiri bukan berbahan dari babi, melainkan terkontaminasi oleh zat babi yang digunakan sebagai stabilitator tersebut.

Penulis: maya citra rosa | Editor: RM. Resha A.U
tribunnews.com
vaksin astrazeneca 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Vaksin AstraZeneca diketahui telah masuk ke Indonesia sebanyak satu juta lebih dosis pada 8 Maret 2021 lalu, dan telah mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Namun dalam proses pembuatannya, Vaksin AstraZeneca memanfaatkan enzim tripsin yang mengandung babi. Sehingga hal ini membuat masyarakat mulai bingung terkait kehalalan vaksin tersebut.

Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh menyebutkan bahwa secara hukum vaksin tersebut haram, tetapi MUI memberikan izin penggunaan vaksin AstraZeneca yang diproduksi SK Bioscience Co.Ltd., Andong, Korea Selatan tersebut dengan fatwa mubah atau dibolehkan.

Baca juga: Vaksin AstraZeneca Mengandung Babi Tapi Diperbolehkan MUI, Ini Pendapat Ahli Mikrobiologi Sumsel

Baca juga: Perhatikan Jenis Penyakit Penyerta yang Boleh Divaksin Covid-19, Termasuk HIV dan Asma

"Alasannya karena dalam kondisi kebutuhan mendesak atau hajaj syar'iyyah yang menduduki kondisi darurat syar'iy atau dlarurah syar'iyyah," ujarnya dalam rilis yang diterima, Sabtu (20/3/2021). 

Juga ketersedian vaksin Covid-19 yang halal dan suci tidak mencukupi untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Indonesia, bahkan pemerintah menjamin keamanan penggunaan vaksin tersebut.

Ahli Epidemiologi dari Universitas Sriwijaya Sumsel, Dr Iche Andriyani Liberty, SKM, M.Kes mengatakan persetujuan WHO, BPOM juga MUI mengenai vaksin AstraZeneca sudah cukup sebagai alasan masyarakat menerima vaksin tersebut.

Namun pemerintah tetap perlu counter atau melawan informasi salah yang dapat menurunkan partisipasi masyarakat dalam menerima vaksin, bahkan dikhawatirkan adanya penolakan.

"Kita khawatir partisipasi masyarakat terhadap vaksinasi menurun, apalagi kita diburu waktu, harapannya semakin cepat ada keputusan," ujarnya, Sabtu (20/3/2021).

Baca juga: Bulan Mei 2021 Vaksinasi MasyarakatUmum, Setelah Lanjut Usia Selesai

Baca juga: Ipda Beni Pimpin Pengawalan Vaksin Covid-19 di OKU, Total Ada 700 Vial

Ahli Mikrobiologi sekaligus Direktur RS Pusri Palembang, Prof Dr dr Yuwono M Biomed juga menjelaskan Gelatin atau tripsin babi adalah enzim yang digunakan untuk stabilisasi vaksin saat penyimpanan dan transportasi 

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved