Dinkes Sumsel Minta Masyarakat Waspada terhadap Tikus, Penyakit Hantavirus Terdeteksi di Indonesia

Penyakit Hantavirus dilaporkan telah ditemukan di sejumlah wilayah di Indonesia, Dinkes Sumsel minta masyarakat waspada.

Tayang:
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Refly Permana
Sripoku.com/meta AI
MASUK INDONESIA - Ilustrasi mewaspadai pergerakan tikus yang masuk rumah (foto dibuat hasil rekayasa AI). Tikus dianggap hewan yang menularkan penyakit Hantavirus yang saat ini sudah masuk Indonesia. 
Ringkasan Berita:
  • Kementerian Kesehatan RI mencatat kasus positif Hantavirus hingga minggu ke-16 tahun 2026 di DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Timur.
  • Hantavirus adalah penyakit zoonosis yang ditularkan melalui urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi, biasanya lewat partikel yang terhirup.
  • Dinas Kesehatan Sumsel meminta masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan menerapkan PHBS.

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Penyakit Hantavirus dilaporkan telah ditemukan di sejumlah wilayah di Indonesia.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Dinkes Sumsel) mengimbau masyarakat agar tetap tenang sembari meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan serta mengendalikan keberadaan tikus di sekitar tempat tinggal.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Trisnawarman, menjelaskan bahwa Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan terutama melalui paparan urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi.

"Penularan dapat terjadi saat seseorang menghirup partikel yang telah terkontaminasi, khususnya di lingkungan yang kurang bersih atau banyak terdapat tikus," kata Trisnawarman, Minggu (10/5/2026).

Ia menjelaskan, gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam, nyeri otot, lemas, sakit kepala, mual, hingga gangguan pernapasan pada kasus berat.

Baca juga: Heboh Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Ditularkan dari Tikus ke Manusia, Gejala Mirip Flu dan DBD

Berdasarkan laporan surveilans Kementerian Kesehatan RI hingga minggu ke-16 tahun 2026, kasus positif Hantavirus telah ditemukan di beberapa provinsi, seperti DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Timur.

"Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat laporan konfirmasi kasus positif Hantavirus di Sumatra Selatan," katanya.

Namun, Dinkes Sumsel menegaskan bahwa kewaspadaan dan deteksi dini tetap perlu diperkuat melalui surveilans penyakit serta edukasi kepada masyarakat agar potensi penularan dapat dicegah sejak awal.

Dinkes Sumsel juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, menutup akses masuk tikus ke rumah, menyimpan makanan dengan baik, serta menggunakan alat pelindung saat membersihkan area yang banyak terdapat kotoran tikus.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik terkait informasi Hantavirus. Saat ini situasi masih terkendali dan pemerintah bersama dinas kesehatan terus melakukan pemantauan serta penguatan surveilans di daerah,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat cukup meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta mengendalikan keberadaan tikus di lingkungan sekitar.

“Jika mengalami keluhan seperti demam, nyeri badan, atau gangguan pernapasan setelah kontak dengan lingkungan yang banyak tikus, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved