Breaking News:

Bupati OKU Kuryana Azis Meninggal Dunia

Analisis Ahli Mikrobiologi Terkait Penularan Covid-19 Kuryana Azis, Ini 3 Faktor Utamanya

Salah satunya Kuryana Azis, harus dilantik dari RS RK Charitas karena dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 beberapa hari sebelumnya.

Penulis: maya citra rosa | Editor: RM. Resha A.U

Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kuryana Azis meninggal dunia setelah 11 hari dilantik sebagai Bupati OKU terpilih, Senin (8/3/2021) kemarin.

Pelantikan 6 dari 7 kepala daerah di Sumsel tersebut dilaksanakan pada Jumat (26/3/2021) lalu.

Salah satunya Kuryana Azis, harus dilantik dari RS RK Charitas karena dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 beberapa hari sebelumnya.

Baca juga: Ahli Mikrobiologi Ungkap Virus Corona B117 Cepat Menular, Namun Dampak Klinis Sama Seperti Covid-19

Baca juga: Indonesia Jadi Pusat Produksi Vaksin Covid-19 di Asia Tenggara, Ini Komentar DPR RI

Bahkan sebelum resmi dilantik, Pilkada OKU yang dimenangkan Kuryana Azis dan Johan Anuar juga sempat digugat di pengadilan MK Jakarta.

Menanggapi perjalanan kasus konfirmasi Covid-19 yang diderita Kuryana Azis, Ahli Mikrobiologi Sumsel sekaligus Direktur RS Pusri, Prof Dr dr Yuwono M Biomed menjelaskan bahwa kemungkinan terjadinya penularan Covid-19 pada Bupati OKU terpilih tersebut dari luar Sumsel.

Hal tersebut melihat aktivitas Bupati OKU tersebut yang dilakukan setelah MK menolak gugatan terhadap hasil Pilkada pada 9 Desember 2020 lalu, yang kemungkinan melakukan perjalanan atau berkontak dengan orang yang datang dari luar Sumsel.

Baca juga: Tekan Penyebaran Covid-19 Polisi Bagikan Masker Dalam Rangka Program 100 Hari Kerja Kapolri

Baca juga: Catatan Penerima Suap Korupsi Proyek Bansos Covid-19 Dibuka, Ada Dua Anggota DPR RI

Selain itu, terdapat tiga faktor lainnya yaitu karena laki-laki lebih memiliki risiko lebih tinggi daripada perempuan, faktor usianya sudah masuk usia 70 tahun serta kemungkinan adanya komorbid atau penyerta yang menjadi pemberat kondisi Kuryana.

"Faktor-faktor itu kemungkinan bisa terjadi, jika memang mobilitasnya bepergian ke Jakarta karena gugatan MK, kemungkinan terjadi penularan, karena kita tau hotspotnya disana," ujarnya, Selasa (9/3/2021).

Menurutnya, penyebab meninggalnya bukan karena Covid-19 secara seluruhnya, namun dengan adanya penularan Covid-19 tersebut menjadi pemberat sakit yang dideritanya.

"Analisis saya kemungkinan penularannya bukan dari lingkungan dimana tempatnya tinggal, tapi karena adanya paparan dari luar," ujarnya.

Baca juga: Pejabat Kementerian Pakai Sepeda Mewah Brompton, Hasil Korupsi Bansos Covid-19

Baca juga: Sembuh dari Covid-19, Ashanty Menolak Tidur dengan Anang Hermansyah, Kenapa Ya?

Selain itu, Prof Yuwono juga menegaskan kasus tersebut tidak ada hubungannya dengan varian baru B117 yang dikabarkan sudah masuk ke Sumsel.

Hal tersebut karena varian baru tersebut sama sekali tidak menimbulkan gejala yang lebih berat dari varian yang sebelumnya sudah ada.

"Jangan dihubungkan dengan varian baru, karena gejalanya tidak lebih berar dari varian yang sudah ada," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved