Breaking News:

Korupsi Bansos Covid 19

Pejabat Kementerian Pakai Sepeda "Mewah" Brompton, Hasil Korupsi Bansos Covid-19

Dua pejabat  di Kementerian Sosial mengakui menerima “hadiah” masing-masing satu unit sepeda mewah berharga ratusan juta rupiah merk Brompton.

Editor: Sutrisman Dinah
ist
Gedung KPK di Jakarta 

SRIPOKU.COM --- Dua pejabat  di Kementerian Sosial mengakui menerima “hadiah” masing-masing satu unit sepeda mewah berharga ratusan juta rupiah merk Brompton.

Kedua pejabat papan atas yang disuap sepeda itu adalah Sekjen Kemenson Hartono, dan Dirjen Perlindunan dan Jaminan Sosial Pepen Nazaruddin.

Pejabat tinggi di lingkungan Kemensos itu menerima suap dari Adi Wahyono, salah satu tersangka perkara dugaan suap penyaluran bantuan sosial penanganan Covid-19 wilayah Jabodetabek Tahun 2020,

Baik Hartono maupun Pepen Nazaruddin mengakui menerima hadiah, sebenarnya suap, dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin kemarin. Keduanya bersaksi untuk terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.

Baca juga: Ancaman Hukuman Mati Bayangi Edhy Prabowo dan Juliari Batubara dari KPK

Baca juga: Ada Tersangka Baru, Kasus Korupsi Dana Bantuan Covid-19 Mantan Mensos Juliari Batubara

Harry dan Ardian Iskandar didakwa telah menyuap Menteri Sosial Juliari P Batubara sebesar Rp3,2 miliar. Suap itu terkait dengan penunjukan perusahaan penyedia bantuan di Kementerian Sosial.

Dalam siding tersebut, Jaksa Mohamad Nur Azis mengonfirmasi terkait penggeledahan yang dilakukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kami, Agustus itu menerima (sepeda) Brompton. Yang mengantar itu sopirnya Adi Wahyono," kata Hartono.

Adi Wahyono adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos, yang kini juha sudah berstatus sebagai tersangka KPK terkait kasus korupsi yang menjerat Menteri Sosial Juliari Batubara.

Dalam siding itu, Hartono menolak ketika disebut bawa pemberian hadiah sepeda mewah itu tidak terkait dengan jabatan. Menurut Hartono, sepeda tersebut sudah disita penyidik KPK.

Baca juga: KPK Sita 18 Kamar Apartemen Milik Benny Tjokro, Kasus Korupsi PT Asabri Rp23,7 Triliun

"Saya tidak tahu harganya. Sepedanya waktu itu (disita) diminta untuk dikembalikan ke KPK," kata Hartono.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved