Breaking News:

Jaringan Narkoba

Ketika Polisi  Terjerat Jaringan   Narkoba

Narkoba adalah musuh bersama. Pemakai dan pengedar narkoba di Indonesia dari waktu ke waktu tampaknya semakin banyak.

Editor: Salman Rasyidin

Tidak tanggung-tanggung 1 jaringan mampu menciptakan transaksi de­ngan jumlah lebih dari 1 Triliun Rupiah (Hinca IP Pandjaitan XII, 2019).

Peningkatan peredaran narkoba tidak terlepas dari kegiatan organisasi-organisasi kejahatan transnasional yang beroperasi di berbagai negara dalam suatu jaringan kejahatan inter­na­si­onal.

Hal itu dilakukan karena keuntungan yang diperoleh sangat besar. Organisasi kejahatan ter­sebut berusaha dengan segala cara untuk mempertahankan dan mengembangkan terus u­sa­ha peredaran gelap narkoba dengan cara menyuap, mencampuri, dan merusak struktur pe­me­rintahan. Usaha perdagangan dan keuangan tersebut termasuk yang tidak sah serta kelompok-kelompok ber­pe­ngaruh dalam masyarakat.

Indonesia darurat narkoba, teriakan ini begitu memekikan telinga kita karena para petinggi negeri semuanya membicarakan hal ini.

Terlebih Presiden Joko Widodo yang mengeluarkan statement ini pada tahun 2015. “Indonesia kini sedang dalam kondisi yang benar-benar da­rurat narkoba. Setiap harinya 40-50 orang meninggal dunia karena narkoba”, ujar Presiden Jokowi.

Hingga saat ini seluruh negara di muka bumi masih berupaya menemukan formula terbaik untuk menepis kejahatan narkoba agar tidak masuk dan menusuk relung kehidupan warga me­­reka.

Formula yang dibuat juga beragam, setiap negara memiliki pendekatan yang ber­beda.

Di beberapa negara, memusuhi narkoba memiliki arti melakukan perang besar-besaran ter­hadap bandar dan sindikat.

Sedangkan di beberapa negara lagi, menghilangkan narkoba bukan dengan melakukan perang melainkan mengontrol pemakaian dan mengutamakan pen­dekatan medis kepada mereka yang sudah mengalami ketergantungan.  

Tindakan ekstrim per­nah dilakukan oleh Presiden Filipina Rodrigo Duterte dalam mengatasi narkoba di negaranya, dengan cara menembak mati di tempat para terduga pengedar dan bandar narkoba, termasuk aparat kepolisian yang terlibat.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved