Breaking News

Mata Cangkul Bejo Warga PALI Tak Sengaja Kena Senjata Api Jaman Penjajahan, Warga Berdatangan

Tiba-tiba, mata cangkul warga Kecamatan Penukal Utara, PALI ini menyentuh benda keras di saat galian tanah sudah cukup dalam.

Penulis: Reigan Riangga | Editor: Refly Permana
sripoku.com/reigan
Seorang petani karet menemukan senjata api diduga peninggalan jaman penjajahan. 

Laporan wartawan SRIPOKU.COM, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM, PALI - Bejo (58) hendak menanam bibit karet di kebun yang ada di belakang rumahnya, Senin (26/1/2020) pagi.

Tiba-tiba, mata cangkul warga Kecamatan Penukal Utara, PALI ini menyentuh benda keras di saat galian tanah sudah cukup dalam.

Selanjutnya, ia mencari tahu benda tersebut hingga dibuat kaget bukan main lantaran mata cangkulnya baru saja menyenggol sepucuk senjata api.

Baca juga: Cara Mendapatkan Diskon Tiket Hingga 60 Persen dari Garuda Indonesia, Sekali Terbang Bisa 720 Ribu

Bejo kaget hingga mengeluarkan suara keras dan memancing warga di sekitar berdatangan.

Selanjutnya, Bejo bersama warga setempat menyerahkan senjata api itu ke kepala desa.

Adapun berat senjata api yang ditemukan Bejo sekitar empat kilogram dengan kondisi sudah berkarat.

Menurut Komandan Koramil 404-03/Talang Ubi, Kapten Erry Hastanto, pasca ditemukan, senjata yang diprediksi dipakai pada sekira tahun 1941-1950 itu, dilaporkan oleh Bejo pada Babinsa setempat, Serda Mulyadi.

"Oleh Babinsa, kemudian dilaporkan pada Kepala Desa Karang Tanding dan diserahkan ke kita (Koramil 404-03/Talang Ubi," jelas Danramil Kapten Erry Hastanto, Rabu (27/1/2021). 

Baca juga: Video Dua Pekan Kepemimpinan Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi, 14 Tindakan Kejahatan Terungkap

Rencananya, tambah Erry, senjata api laras panjang itu, nanti akan diserahkan ke Kodim 0404 Muaraenim Prabumulih PALI (MPP).

"Senjata itu saat ditemukan kondisinya sudah berkarat dan rusak. Nanti akan segera kita serahkan pada Kodim," katanya. 

Sementara itu diketahui berdasarkan penelusuran, senjata api yang ditemukan tersebut sangat identik dengan senjata berjenis Sten Gun atau populer disebut Bren.

Sten Gun merupakan senjata produksi Inggris pada tahun 1941. 

Indonesia pernah menggunakan sten gun jenis Mk I-IV. 

Baca juga: Jaksa Pinangki Kembali Menangis Saat Sidang Kasus Djoko Tjandra

Sten Gun mampu menembakkan peluru hingga 500 biji setiap menitnya. Kemampuan ini membuat Sten Gun banyak digunakan di berbagai perang termasuk di Indonesia.

Sten Gun merupakan sub-machine buatan asal Inggris yang mulai diproduksi pada tahun 1941 dan didesain oleh Major Reginald V. Shepherd dan Harold J. Turpin.

Sten gun didesain simple dan lumayan kasar. Harga dari Sten Gun ini termasuk murah dibanding dengan senjata perang lainnya.

Pejuang Indonesia kala itu berhasil merampas sten gun dari tentara Inggris.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved