Breaking News:

Cerita Serial Mawar Mewangi (8) : Secercah Kebenaran

Meski tidak terdengar jeritan histeris, mata merah yang terlihat di sebagian besar mata pelayat masih membekas setelah pemakaman selesai dilakukan

Editor: aminuddin
IST
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - SUARA tembakan terdengar berulangkali mewarnai pemakaman Letnan Komar.

Sang isteri dan kedua anaknya tak kuasa menahan air mata saat peti mati dimasukkan ke liang lahat.

Santi yang berdoa di dekat Yulia Komar juga ikut menangis.

Sementara Rahman berjaga-jaga di sekitar areal pemakaman.

Prosesi pemakaman berjalan lancar dan khidmat serta diwarnai tetesan air mata.

Meski tidak terdengar jeritan histeris, mata merah yang terlihat di sebagian besar mata pelayat masih membekas setelah pemakaman selesai dilakukan.

Yulia Komar dan dua anaknya yang berbusana serba hitam dikawal beberapa petugas keamanan, masuk ke dalam mobil sedan berukuran besar.

Meluncur ke luar area pemakaman, mengikuti iring-iringan kendaraan lain yang jumlahnya mendekati dua ratus lima puluh unit.

Sementara Rahman menghentikan mobilnya persis di pintu gerbang pemakaman sebelah kanan.

Berdiri seorang perempuan cantik, tinggi semampai berambut panjang sebatas bahu.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved