Breaking News:

Liputan Eksklusif

Vaksinasi Urgent, Jika tak Mau Divaksin Harus Beri Alasan

Para tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan berhadapan dengan pasien Covid-19 akan menjadi prioritas utama vaksinasi.

Editor: Soegeng Haryadi
AP PHOTO/TSAFRIR ABAYOV
Ilustrasi 

PALEMBANG, SRIPO -- Pemberian vaksin Covid-19 terhadap para tenaga medis (Nakes) diwajibkan oleh pemerintah. Adapun tenaga kesehatan maka harus membuat alasan tak mau menerima vaksinasi tersebut.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumsel, dr Rizal Sanif SpOG menjelaskan, pada prinsipnya keberadaan vaksin sangat dibutuhkan untuk membantu mengurangi angka kematian dampak penyebaran Covid-19.

Oleh karena itu para tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan berhadapan dengan pasien Covid-19 akan menjadi prioritas utama vaksinasi.

Baca juga: Nakes Khawatir Vaksin, Jangan Sampai Jadi Percobaan

Pada saat akan melakukan vaksin, para tenaga kesehatan akan diminta persetujuannya mau atau tidak disuntik dan tidak akan ada unsur paksaan apabila ada seseorang yang menolak disuntik.

"Selama tidak ada penyakit penyerta atau sedang hamil vaksin wajib bagi nakes. Jika menolak harus buat pernyataan tidak bersedia disertai alasan," ujarnya.

Menurutnya, para tenaga kesehatan dan masyarakat jangan khawatir terhadap vaksin asal Cina tersebut.

Selama belum ada persetujuan dari pemerintah dan keluar hasil uji klinis, maka vaksin tersebut tidak akan disuntikkan.

Baca juga: Menolak Divaksin Dihukum Satu Tahun Penjara atau Denda Maksimal Rp 100 Juta

Apabila Badan Pengawasan Obat dan Makan (BPOM) menyatakan aman maka vaksinasi akan mulai dilakukan.

"Jangan khawatirlah, kalau BPOM nyatakan aman baru kita lakukan vaksinasi. Selama belum ada maka akan kita tunggu keluar dulu," jelas dr Rizal.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel Yusri menjelaskan tenaga kesehatan merupakan contoh bagi masyarakat yang akan dilakukan vaksinasi.

Secara keseluruhan total ada 51.822 tenaga kesehatan yang bakal di vaksin. Para tenaga kesehatan ini berasal dari seluruh fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas hingga rumah sakit negeri dan swasta.

Baca juga: AKHIRNYA, BPOM Keluarkan Izin Pengunaan Vaksin Covid-19 Sinovac, MUI : Suci dan Halal

Ia menyebut, jika para tenaga medis menolak untuk disuntik, nakes tersebut harus menjelaskan alasannya. Jika menolak tanpa ada alasan atau kontra indikasi vaksinasi tentunya tidak boleh.

Kendati vaksinasi diwajibkan bagi para tenaga medis, namun diakuinya hingga saat ini belum ada pembahasan mengenai sanksi yang bakal diterima para tenaga medis yang akan melakukan penolakan divaksinasi.

"Untuk saat ini belum dibahas sanksinya, tentu saja kalau menolak harus ada alasannya. Nakes menjadi contoh dan akan mempengaruhi keberhasilan vaksinasi di masyarakat," ungkap Yusri. (oca)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved