Breaking News:

Human Interest Story

Kisah Ayah Minta Anaknya Gantikan untuk Dipenjara, Safik Mengaku Sudah Tua Sakit-sakitan

Menurut Safik, ia sengaja minta digantikan oleh putra sulungnya untuk mempertanggungjawabkan perbuatan karena telah berusia lanjut.

Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Safik saat diamankan anggota dari Polres OKU Selatan. 

Setelah terungkap, Safik pasrah dan mengaku siap menjalani hukuman diadili dan dipenjara yang sementara ini telah ditahan oleh Mapolres OKU Selatan.

"Aku tanggung jawab, aku tanggung jawab dunia dan akhirat," ujarnya dengan tegar.

Terpisah Kapolres OKU Selatan AKBP Zulkarnain Harahap SIK melalui Wakapolres Kompol MP Nasution SH, MH mengatakan pasca melakukan interogasi mengetahui pelaku sebenarnya. Oleh karena itu pihaknya telah membebaskan Ahsan diperbolehkan pulang dan menahan tersangka Safik ayah dari Ahsan.

"Tersangka Safik telah mengakui bahwa dia adalah pelakunya, maka kita telah membebaskan Ahsan anak dari tersangka," ujar Kompol MP Nasution kepada Sripoku.com, Kamis (7/1)

Dikatakannya, kejanggalan bermula saat pihak keluarga keberatan bahwa pelaku bukanlah anak tersangka. Ditambah lagi berdasarkan hasil temuan tim penyidik kepolisian dari rekaman gambar CCTV pelaku memiliki fostur tubuh berbeda hingga dugaan pelaku sebelumnya tidak memiliki SIM.

"Kecurigaan kita pertama anaknya tidak memiliki SIM, diperkuat dari rekaman CCTV yang diperbesar fostur tubuh yang membawa kendaraan berbadan lebih besar yang lebih cocok terhadap pelaku Safik,"ujarnya.

Sedangkan, terkait pidana pemberatan karena telah memberikan pengakuan palsu terhadap Ahsan yang bermaksud menggantikan hukuman yang akan diterima ayahnya Safik, Wakapolres Kompol MP Nasution mengatakan pidana tersebut belum memenuhi syarat yang mengarah pada pidana.

"Anaknya kita dibebaskan, terkecuali beda cerita kalau proses sudah berjalan lalu ditengah jalan proses hukum anaknya baru mengakui bisa diproses memberikan keterangan palsu,"ungkapnya.

Sebelumnya, petugas Lakalantas Polres OKU Selatan menangkap dua seseorang diduga pelaku tabrak lari yang menewaskan dua orang anak-anak di TKP jalan raya Desa Gedung Baru Kecamatan (BPRRT) OKU Selatan, Senin (4/1) sekira pukul 10.00 WIB lalu.

Sebelumnya, gambar kendaraan dengan nomor polisi (Nopol) BE 9520 UG milik pelaku tabrak lari sempat beredar di media sosial facebook, hingga petugas mengamankan pelaku Safik (65) dan anaknya Ahsan (37) dan satu unit kendaraan pick up jenis jenis Colt T 120 SS.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved